49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Puluhan Dirawat di Rumah Sakit

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Puluhan Dirawat di Rumah Sakit
Nasional

49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Puluhan Dirawat di Rumah Sakit

Devi Sry Atmaja · 03 September 2026 · 20.58 WIB · 3 dibaca

NGANJUK – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, sebanyak 49 orang yang terdiri dari 48 siswa SMAN 3 Nganjuk dan satu guru perempuan dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG pada Rabu (2/9/2026). Para korban mengalami keluhan seperti mual, pusing, hingga muntah beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah. Akibatnya, puluhan siswa harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo, mengatakan para siswa awalnya tidak merasakan gejala apa pun saat mengonsumsi makanan tersebut. Namun, sekitar dua jam kemudian, keluhan mulai bermunculan secara bertahap.

"Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual," ujar Trihandy.

Salah seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso, menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di sekolahnya. Menurut dia, paket MBG tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung dibagikan kepada para siswa.

"Tadi datang menu MBG jam 10.00 WIB. Kemudian kami persilakan anak-anak untuk mengambil. Anak-anak kemudian ambil dan makan. Kemudian jam dua lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah," ungkap Andi.

Gejala yang dialami para siswa terus bertambah sehingga pihak sekolah segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan darurat.

Berdasarkan data sementara, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di tiga fasilitas kesehatan berbeda. Sebanyak 20 orang dirawat di Puskesmas Begadung, 17 orang di RSUD Nganjuk, dan 12 orang di RS Bhayangkara Nganjuk. Petugas kesehatan masih terus memantau kondisi para korban guna memastikan tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Mayoritas korban dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi goreng, ayam suwir, dan tahu bulat. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti komponen makanan mana yang menjadi penyebab munculnya gejala keracunan. Pihak terkait masih melakukan investigasi dengan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan apakah terdapat kontaminasi bakteri, kerusakan bahan pangan, atau faktor lain yang memicu gangguan kesehatan para siswa. Menu tersebut diketahui diproduksi dan didistribusikan oleh SPPG Begadung. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keracunan yang menimpa puluhan penerima manfaat MBG tersebut.

Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Kasus yang menimpa puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut. Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait kini tengah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan yang diberikan kepada siswa.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi guna memastikan standar keamanan pangan dijalankan secara ketat dan kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Sementara itu, pihak sekolah mengimbau para orang tua siswa untuk tetap tenang dan terus memantau kondisi kesehatan anak-anak mereka. Pemerintah daerah juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan hingga dinyatakan pulih.

Tag
Memuat tag...