BGN Sumut Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Karo, Kepala Dapur SPPG Dicopot dan Operasional Dihentikan Sementara
Medan — Tim Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatra Utara masih terus menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Karo. Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG pada Kamis (13/8/2026) siang. BGN telah mengambil langkah tegas dengan mencopot kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dan menghentikan sementara operasional dapur tersebut. Kasus bermula saat jam makan siang sekitar pukul 13.00 WIB. Ratusan siswa dari sejumlah sekolah di kawasan Berastagi dan Kabanjahe mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing, gatal-gatal di mulut, lemas, hingga sesak napas. Data awal mencatat sekitar 256–269 siswa terdampak, kemudian jumlahnya terus bertambah hingga mencapai lebih dari 360 pelajar.
Sekolah yang terdampak antara lain SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, serta beberapa SMP di wilayah tersebut. Makanan yang dikonsumsi berasal dari dapur SPPG Karo Berastagi Sempajaya yang berlokasi di Markas Kodim 0205/Tanah Karo. Menu yang disajikan hari itu diduga mengandung ikan (dencis atau tongkol) gulai beserta sayur.
Kepala BGN Sudaryono merespons cepat kasus ini. Ia menyatakan kepala SPPG yang bertanggung jawab langsung dicopot dari jabatannya. Operasional dapur juga ditangguhkan selama proses investigasi berlangsung. “Semua keracunan itu kita langsung suspend dapurnya, kita copot kepala SPPG-nya, kita investigasi kemudian,” tegas Sudaryono.
BGN juga akan memeriksa pelaksanaan standar penyajian makanan, termasuk kewajiban mencantumkan batas waktu konsumsi pada setiap wadah makanan yang dibagikan. Sampel sisa makanan telah diamankan oleh Dinas Kesehatan setempat dan dikirim ke laboratorium untuk diuji guna memastikan penyebab pastinya.
Para siswa yang mengalami gejala dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi dan Kabanjahe, termasuk Rumah Sakit Efarina, RSU Amanda, RSU Kabanjahe, dan puskesmas setempat. Sebagian besar menjalani rawat inap, sementara yang lain mendapat perawatan rawat jalan. Satu siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi bahkan dirujuk ke RSU Haji Medan karena kondisinya lebih berat dan sempat dirawat di ruang intensif. Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution sempat menjenguk korban dan memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga saat ini, tim BGN Sumatra Utara masih melakukan investigasi mendalam. Mereka menelusuri proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga kebersihan dapur SPPG. Dugaan sementara mengarah pada salah satu bahan makanan, namun hasil laboratorium masih ditunggu untuk konfirmasi resmi. Kasus keracunan MBG di Karo ini menambah deretan kejadian serupa di berbagai daerah. Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah kembali menjadi sorotan terkait aspek keamanan pangan dan pengawasan operasional dapur.