BRIN Kembangkan Sepatu Lokal Harga Rp75 Ribu, Ditujukan untuk Dukung Program Sekolah Rakyat
Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan prototipe sepatu lokal berbahan karet dengan harga terjangkau sekitar Rp75 ribu. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya menghadirkan solusi atas kebutuhan alas kaki murah namun tetap nyaman digunakan masyarakat. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pengembangan sepatu tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar BRIN dapat menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk menyediakan produk sepatu dengan harga yang lebih terjangkau.
"Ini sepatu BRIN produk lokal. Pak Presiden juga pesan, 'BRIN tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu'," ujar Arif, Kamis (6/8).
Arif menjelaskan, prototipe sepatu tersebut dikembangkan oleh tim peneliti BRIN di kawasan Serpong. Berbeda dengan sepatu pada umumnya, produk ini menggunakan bahan utama karet pada hampir seluruh bagian sehingga memiliki karakter ringan dan mudah diproduksi. Dari hasil pengembangan awal, sepatu tersebut diperkirakan dapat dipasarkan dengan harga di bawah Rp80 ribu. Namun, harga akhir nantinya dapat mengalami penyesuaian tergantung desain, model, serta jenis bahan tambahan yang digunakan dalam proses produksi.
Saat ini, sepatu tersebut masih berada dalam tahap uji coba dan penyempurnaan sebelum diproduksi secara lebih luas. BRIN membuka peluang kerja sama dengan mitra industri agar inovasi tersebut dapat diproduksi dalam skala besar dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dalam sesi pemaparan produk, Arif juga mempersilakan sejumlah wartawan untuk mencoba langsung prototipe sepatu tersebut. Salah seorang wartawan yang mencoba mengungkapkan bahwa sepatu tersebut terasa ringan saat digunakan serta memiliki bantalan yang cukup empuk sehingga nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
BRIN berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan alas kaki masyarakat, khususnya untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang membutuhkan penyediaan perlengkapan pendidikan dengan harga terjangkau. Selain memenuhi kebutuhan domestik, pengembangan produk berbasis riset lokal ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian industri dalam negeri. BRIN menilai kolaborasi antara lembaga riset dan sektor industri menjadi kunci agar hasil inovasi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan adanya prototipe sepatu murah berbahan lokal ini, pemerintah berharap riset dan inovasi nasional tidak hanya menghasilkan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan produk yang menjawab persoalan sehari-hari masyarakat.