Dua Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing, Karhutla Kaldera Bromo Hanguskan 120 Hektare Lahan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Dua Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing, Karhutla Kaldera Bromo Hanguskan 120 Hektare Lahan
Nasional

Dua Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing, Karhutla Kaldera Bromo Hanguskan 120 Hektare Lahan

Devi Sry Atmaja · 07 Agustus 2026 · 16.47 WIB · 5 dibaca

Malang, Jawa Timur – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kaldera Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasuki tahap baru. Dua helikopter milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah tiba di Ranupani pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk mendukung operasi water bombing. Ranupani dipilih sebagai lokasi pendaratan sekaligus tempat persiapan pengambilan air sebelum helikopter diterbangkan menuju area yang terdampak kebakaran. Kehadiran armada udara tersebut diharapkan mampu menjangkau titik api yang berada di kawasan lereng dan tebing curam yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Helikopter milik TNI AL dikerahkan setelah mendapat permintaan dari Gubernur Jawa Timur, sementara helikopter BNPB didatangkan dari Banjarmasin menuju Surabaya sebelum bergabung dalam operasi pemadaman di kawasan Bromo. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penggunaan helikopter menjadi langkah penting untuk mengatasi titik api yang berada di lokasi ekstrem dan tidak dapat dijangkau oleh personel pemadam.

"Kalau di lereng dan tebing-tebing kan harus nunggu heli memang, karena tidak akan terjangkau oleh orang. Helikopter ini bukan sekadar untuk mempercepat, tetapi juga memastikan titik api di tebing-tebing itu benar-benar mati. Kalau tidak pakai alat itu, tidak mungkin terjangkau manusia," ujar Rudijanta.

Menurutnya, operasi water bombing menjadi salah satu harapan utama untuk mengendalikan kebakaran yang telah berlangsung selama beberapa hari. Penyiraman dari udara diharapkan dapat membantu memutus penyebaran api, terutama di kawasan dengan medan terjal. Meski kondisi titik api pada Jumat pagi terlihat mulai mengecil dibandingkan hari-hari sebelumnya, sejumlah area masih mengalami kebakaran. Vegetasi seperti cemara gunung, semak belukar, dan pohon akasia di lereng curam masih terbakar sehingga membutuhkan penanganan segera.

Kebakaran yang telah memasuki hari kelima tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 120 hektare kawasan. Petugas gabungan terus melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara untuk mencegah api kembali meluas. Operasi penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Balai Besar TNBTS, BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga pihak terkait lainnya. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan terhadap potensi munculnya titik api baru.

Kawasan Kaldera Bromo merupakan salah satu wilayah konservasi penting yang memiliki nilai ekologis dan menjadi destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Pemerintah memastikan upaya pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan dan taman nasional.

Tag
Memuat tag...