Empat Gunung Api Erupsi dalam Sehari, Aktivitas Vulkanik Indonesia Kembali Meningkat

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Empat Gunung Api Erupsi dalam Sehari, Aktivitas Vulkanik Indonesia Kembali Meningkat
Nasional

Empat Gunung Api Erupsi dalam Sehari, Aktivitas Vulkanik Indonesia Kembali Meningkat

Devi Sry Atmaja · 07 September 2026 · 18.25 WIB · 2 dibaca

Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menunjukkan peningkatan pada Minggu (6/9/2026). Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, empat gunung api aktif dilaporkan mengalami erupsi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Selat Sunda, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku Utara. Fenomena ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api dalam beberapa pekan terakhir. Meski berada di lokasi yang berbeda dan tidak saling berkaitan secara langsung, rangkaian erupsi tersebut menunjukkan tingginya dinamika geologi Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

Gunung Anak Krakatau yang berada di Perairan Selat Sunda menjadi salah satu gunung api yang paling mendapat perhatian. Gunung yang saat ini berstatus Level III atau Siaga itu tercatat mengalami erupsi pada pukul 03.53 WIB dan kembali erupsi pada pukul 07.10 WIB. Aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir juga berdampak luas. Sebaran abu vulkaniknya terpantau mencapai sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk Banten, Lampung, hingga DKI Jakarta. Dampak tersebut bahkan memicu penerapan pembelajaran jarak jauh di sejumlah daerah serta gangguan pada sektor transportasi udara.

Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur juga menunjukkan aktivitas tinggi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami beberapa kali erupsi dalam satu hari, yakni pada pukul 07.51 WIB, 10.07 WIB, 13.39 WIB, dan 15.49 WIB. Erupsi Gunung Semeru menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian hingga 1.000 meter di atas puncak. Hingga saat ini, Semeru masih berstatus Level III atau Siaga dan masyarakat diminta tidak beraktivitas di zona-zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya.

Di wilayah timur Indonesia, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga mengalami erupsi pada pukul 06.11 WITA. Gunung yang berstatus Level II atau Waspada itu mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi hingga 600 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu tebal teramati bergerak mengikuti arah angin. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian erupsi yang terjadi dalam 48 jam terakhir di kawasan gunung tersebut.

Aktivitas vulkanik serupa juga tercatat di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Gunung yang berstatus Level II atau Waspada itu mengalami beberapa kali erupsi sejak pukul 04.55 WIT hingga 14.26 WIT. Erupsi Gunung Ibu menghasilkan kolom abu dengan ketinggian bervariasi antara 400 hingga 600 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik tersebut terus dipantau oleh petugas guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas lebih lanjut.

Rangkaian erupsi empat gunung api dalam satu hari ini menambah daftar aktivitas vulkanik yang terjadi di Indonesia sepanjang awal September 2026. Sebelumnya, Gunung Sinabung di Sumatra Utara dilaporkan mengalami erupsi pada 2 September 2026. Selain itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, juga tercatat mengalami aktivitas erupsi pada 31 Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan sejumlah gunung api aktif di Indonesia tengah berada dalam fase aktivitas yang perlu mendapat perhatian.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa erupsi yang terjadi pada gunung-gunung tersebut bukan berarti saling memicu satu sama lain. Setiap gunung memiliki sistem magma dan karakteristik vulkanik yang berbeda sehingga aktivitasnya dipengaruhi oleh proses internal masing-masing.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh gunung api aktif yang menunjukkan peningkatan aktivitas. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan serta tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan.

Tag
Memuat tag...