Gibran Tinjau Pemulihan Bencana di Tapanuli, Singgung Masinton Pasaribu: Senior Saya di Partai

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Gibran Tinjau Pemulihan Bencana di Tapanuli, Singgung Masinton Pasaribu: Senior Saya di Partai
Nasional

Gibran Tinjau Pemulihan Bencana di Tapanuli, Singgung Masinton Pasaribu: Senior Saya di Partai

Fazlur Rahman · 07 September 2026 · 19.25 WIB · 4 dibaca

TAPANULI — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan sekaligus memastikan pemulihan masyarakat berjalan di berbagai sektor yang terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Rangkaian peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi yang berada di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, hingga Tapanuli Selatan.

Sejumlah objek menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut, mulai dari pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak hingga fasilitas pendidikan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas sekaligus kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan.

Bagi pemerintah, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali bangunan yang rusak. Proses tersebut juga harus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, termasuk memperoleh hunian yang layak, memenuhi kebutuhan dasar, mengakses layanan publik, serta kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan mata pencaharian.

Gibran menegaskan pentingnya pendekatan pemulihan yang menyeluruh tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram-nya, ia menyampaikan bahwa pemulihan bencana harus memastikan kebutuhan dasar, hunian, layanan publik, serta aktivitas dan mata pencaharian masyarakat dapat kembali berjalan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa agenda pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Ketika sebuah wilayah mengalami bencana, dampaknya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang, mulai dari kehilangan tempat tinggal, terganggunya pendidikan, terhambatnya akses layanan dasar, hingga terputusnya sumber penghasilan.

Karena itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemulihan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga agar masyarakat tidak berlarut-larut berada dalam kondisi rentan setelah bencana.

Dalam peninjauan di Tapanuli, keberadaan pemerintah daerah menjadi bagian penting dari proses tersebut. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu turut mendampingi Gibran melihat kondisi wilayah serta perkembangan penanganan di lapangan.

Di sela kunjungan tersebut, Gibran juga mendapat pertanyaan mengenai kedekatannya dengan Masinton Pasaribu. Wapres kemudian menyebut Masinton sebagai salah satu seniornya di partai.

“Beliau senior saya di partai. Semangat beliau untuk percepatan pemulihan pascabencana ini perlu kita apresiasi,” ujar Gibran.

Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti peran pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak. Menurut Gibran, semangat untuk segera mengembalikan kehidupan masyarakat pascabencana merupakan hal yang patut diapresiasi.

Pemulihan Tapanuli menjadi pekerjaan yang membutuhkan waktu dan koordinasi lintas sektor. Infrastruktur yang terdampak perlu dipulihkan agar aktivitas masyarakat kembali bergerak, sementara fasilitas pendidikan harus dipastikan dapat digunakan sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu dalam jangka panjang.

Di sisi lain, penyediaan hunian tetap menjadi kebutuhan mendasar bagi warga yang kehilangan atau tidak lagi dapat menempati rumahnya akibat bencana. Hunian bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi fondasi bagi masyarakat untuk membangun kembali kehidupan mereka.

Pemerintah juga perlu memastikan pemulihan tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang paling terdampak. Pemenuhan kebutuhan dasar, akses terhadap layanan publik, serta dukungan terhadap mata pencaharian menjadi bagian penting agar proses pemulihan benar-benar menghasilkan kondisi yang lebih baik bagi warga.

Kunjungan Gibran ke Tapanuli sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memantau langsung perkembangan pemulihan di daerah. Dengan melihat kondisi lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan yang masih harus ditangani dan memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus berjalan.

Bencana memang dapat mengubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Namun, pemulihan membutuhkan proses yang panjang, mulai dari penanganan darurat, rehabilitasi fasilitas, pembangunan kembali infrastruktur, hingga menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi.

Melalui peninjauan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus berorientasi pada kembalinya kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Bukan hanya rumah yang kembali berdiri atau fasilitas yang kembali berfungsi, tetapi juga masyarakat yang kembali bekerja, anak-anak yang kembali belajar, dan pelayanan publik yang kembali berjalan.

Di tengah proses tersebut, apresiasi terhadap pemerintah daerah yang bergerak mempercepat pemulihan menjadi bagian dari pesan Gibran. Tapanuli masih menghadapi pekerjaan besar pascabencana, tetapi koordinasi pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat kembalinya kehidupan masyarakat menuju kondisi normal.

Tag
Memuat tag...