Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026–2031, Hasil Sidang AHWA di Muktamar Ke-35 Jombang

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026–2031, Hasil Sidang AHWA di Muktamar Ke-35 Jombang
Nasional

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026–2031, Hasil Sidang AHWA di Muktamar Ke-35 Jombang

Devi Sry Atmaja · 01 September 2026 · 22.21 WIB · 4 dibaca

Jombang, Jawa Timur – Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan dalam rangkaian Muktamar PBNU Ke-35 yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, melalui mekanisme sidang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) atau dewan formatur. Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. Melalui proses musyawarah yang berlangsung di tingkat AHWA, para formatur akhirnya menetapkan Gus Kikin untuk memimpin PBNU selama lima tahun ke depan.

Penetapan Gus Kikin menandai dimulainya babak baru kepemimpinan Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, serta perkembangan global yang semakin kompleks. Sebagai salah satu tokoh yang dikenal memiliki latar belakang kuat di lingkungan pesantren dan Nahdliyin, Gus Kikin diharapkan mampu melanjutkan peran strategis NU sebagai organisasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional.

Muktamar Ke-35 PBNU sendiri menjadi forum tertinggi organisasi yang digelar untuk menentukan arah kebijakan, program kerja, serta memilih jajaran kepengurusan baru. Ribuan peserta yang terdiri dari pengurus wilayah, cabang, ulama, kiai, serta perwakilan warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah turut hadir dalam agenda lima tahunan tersebut. Penetapan melalui mekanisme AHWA merupakan salah satu tradisi yang telah dikenal dalam proses pemilihan kepemimpinan di lingkungan NU. Sistem ini mengedepankan musyawarah para ulama dan tokoh yang dipercaya untuk menentukan figur terbaik dalam memimpin organisasi berdasarkan kapasitas, integritas, serta rekam jejak pengabdian.

Terpilihnya Gus Kikin mendapat perhatian luas dari kalangan Nahdliyin maupun masyarakat umum. Banyak pihak menaruh harapan agar kepemimpinan baru PBNU dapat memperkuat peran organisasi dalam menjaga persatuan umat, memperkokoh nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa. Selain itu, PBNU juga dihadapkan pada berbagai agenda strategis ke depan, mulai dari penguatan pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, transformasi digital organisasi, hingga penguatan diplomasi Islam moderat di tingkat global. Kepemimpinan Gus Kikin dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah perjalanan organisasi selama lima tahun mendatang.

Muktamar Ke-35 yang berlangsung di Jombang memiliki makna simbolis tersendiri bagi Nahdlatul Ulama. Jombang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan pesantren dan tempat lahirnya banyak ulama besar yang berperan dalam sejarah NU. Karena itu, penetapan Ketua Umum PBNU di kota tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi yang telah berdiri sejak 1926.

Dengan resmi ditetapkannya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, warga Nahdliyin kini menantikan langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk membawa organisasi semakin adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi fondasi Nahdlatul Ulama selama satu abad terakhir.

Tag
Memuat tag...