IKN Kembali Membara, Ratusan Hektare Hutan Tahura Bukit Soeharto Dilalap Api

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
IKN Kembali Membara, Ratusan Hektare Hutan Tahura Bukit Soeharto Dilalap Api
Nasional

IKN Kembali Membara, Ratusan Hektare Hutan Tahura Bukit Soeharto Dilalap Api

Devi Sry Atmaja · 03 September 2026 · 21.00 WIB · 3 dibaca

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan hutan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kebakaran yang terjadi pada Selasa (1/9) tersebut menghanguskan area yang diperkirakan mencapai ratusan hektare. Titik kebakaran berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, tepatnya di wilayah Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hingga berita ini ditayangkan, api masih belum sepenuhnya berhasil dikendalikan. Petugas gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mencegah kobaran api semakin meluas. Kondisi medan dan material yang terbakar menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan api masih terus ditangani karena sebagian besar material yang terbakar berupa semak belukar dalam kondisi kering.

“Hingga kini api masih belum bisa dikendalikan, mengingat material yang terbakar merupakan semak belukar yang kering,” ujar Nurlaila.

Kebakaran terbaru ini terjadi sekitar 5 kilometer dari lokasi karhutla sebelumnya yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kebakaran sebelumnya juga menimbulkan dampak cukup luas. Lahan yang terbakar dalam peristiwa tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 200 hektare. Munculnya titik api baru di kawasan yang masih berdekatan dengan lokasi kebakaran sebelumnya membuat upaya penanganan karhutla kembali menjadi perhatian serius, terutama karena wilayah tersebut berada di sekitar kawasan strategis IKN. Petugas di lapangan terus melakukan pemadaman sekaligus berupaya mengantisipasi agar api tidak menjalar ke area hutan dan lahan lainnya.

Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur. Tim gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api di lokasi. Personel yang terlibat antara lain berasal dari BPBD PPU, unsur Kedeputian Otorita IKN yang meliputi bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA), Pengendalian Pembangunan, Transformasi Hijau dan Digital, serta Humas. Selain itu, turut dilibatkan personel dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Meratus, Polresta Kawasan IKN, Koramil Sepaku, Polsek Sepaku, serta Kecamatan Sepaku. Sinergi lintas instansi tersebut diperlukan mengingat kebakaran terjadi di kawasan hutan dengan vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi semak belukar yang mengering membuat api berpotensi cepat merambat, terutama apabila kondisi cuaca dan angin mendukung penyebaran kobaran.

Karhutla menjadi tantangan tersendiri bagi kawasan IKN dan sekitarnya. Selain berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan juga dapat menimbulkan kabut asap serta mengganggu aktivitas masyarakat apabila asap menyebar ke wilayah permukiman. Kawasan Tahura Bukit Soeharto sendiri memiliki fungsi penting sebagai kawasan hutan dengan nilai ekologis yang tinggi. Karena itu, pengendalian kebakaran tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah kerusakan kawasan hutan yang lebih luas. Petugas gabungan hingga kini masih melakukan penanganan di sejumlah titik. Kondisi lapangan akan terus dipantau untuk memastikan kobaran api tidak berkembang dan meluas ke kawasan lainnya. Pemerintah daerah bersama unsur Otorita IKN dan aparat terkait juga terus melakukan koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Sepaku.

Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau tetap waspada dan melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan dan respons cepat menjadi faktor penting untuk menghindari kebakaran kembali meluas, terlebih di tengah kondisi vegetasi yang relatif kering. Kobaran api kembali menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla masih membayangi kawasan sekitar IKN. Dengan luas lahan yang diperkirakan mencapai ratusan hektare, upaya pemadaman dan pengendalian api kini menjadi prioritas agar kebakaran tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Tag
Memuat tag...