Indonesia Siapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Rumah Subsidi Bisa Turun Jadi Rp500 Ribu per Bulan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Indonesia Siapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Rumah Subsidi Bisa Turun Jadi Rp500 Ribu per Bulan
Nasional

Indonesia Siapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Rumah Subsidi Bisa Turun Jadi Rp500 Ribu per Bulan

Devi Sry Atmaja · 01 Juli 2026 · 14.52 WIB · 2 dibaca

Jakarta – Pemerintah terus berupaya mewujudkan akses perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu terobosan terbaru adalah skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun. Dengan skema ini, cicilan bulanan untuk rumah tapak (landed house) bisa ditekan hingga sekitar Rp500.000, sementara untuk apartemen subsidi sekitar Rp700.000.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Tujuannya jelas: memberikan solusi jangka panjang bagi keluarga muda dan masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah layak huni tanpa terbebani cicilan yang memberatkan.

Dalam skema baru ini, pemerintah akan mempertahankan suku bunga tetap yang kompetitif, yaitu 5% untuk rumah tapak subsidi dan 6% untuk apartemen subsidi. Tenor panjang 40 tahun diharapkan mampu memangkas beban bulanan secara signifikan dibandingkan tenor KPR konvensional yang biasanya 15–25 tahun.

Hingga saat ini, program FLPP telah berhasil membiayai lebih dari 81.000 unit rumah. Selain itu, lebih dari 103.000 unit sudah disetujui atau sedang dalam proses pengajuan KPR. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap program perumahan subsidi pemerintah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (atau pejabat terkait) menekankan bahwa program ini bukan sekadar target angka, melainkan komitmen nyata untuk mengatasi backlog perumahan nasional yang masih mencapai jutaan unit. Dengan memperpanjang tenor dan menjaga suku bunga rendah, diharapkan lebih banyak masyarakat kelas menengah bawah yang dapat mewujudkan mimpi memiliki rumah sendiri.

Skema KPR 40 tahun ini diharapkan memberikan dampak berlipat ganda, seperti cicilan lebih ringan, mendorong pertumbuhan sektor perumahan, serta mempercepat pemenuhan target satu juta rumah per tahun. Meski demikian, pemerintah juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar program tidak disalahgunakan. Syarat penerima tetap difokuskan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah, dengan verifikasi data yang akurasi tinggi.

Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera, di mana setiap warga negara memiliki akses terhadap perumahan yang layak. Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan perbankan, pengembang, dan BP Tapera untuk memperluas jangkauan serta menyempurnakan mekanisme penyaluran subsidi.

Dengan adanya skema inovatif ini, diharapkan mimpi memiliki rumah idaman tidak lagi menjadi beban, melainkan menjadi kenyataan yang terjangkau bagi jutaan keluarga Indonesia.

Tag
Memuat tag...