Infantino Diterpa Kontroversi Baru, FIFA Dituding Tahan Hadiah FIFA Arab Cup Demi Dukungan Politik
Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menjadi sorotan setelah muncul tuduhan serius terkait dugaan penahanan dana hadiah FIFA Arab Cup 2025. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Hussein, yang menilai FIFA menahan hadiah turnamen senilai US$4,2 juta atau sekitar Rp75,2 miliar. Menurut Ali bin Hussein, dana hadiah tersebut hingga kini belum diterima oleh pihak yang berhak. Ia menuding penundaan pencairan dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh dukungan politik menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Tudingan tersebut langsung memicu perhatian dunia sepak bola internasional. Jika terbukti benar, dugaan tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan serius mengenai transparansi dan tata kelola organisasi sepak bola dunia di bawah kepemimpinan Gianni Infantino. Namun, Ali bin Hussein menegaskan dirinya menolak segala bentuk tekanan maupun dugaan praktik politik yang dikaitkan dengan pencairan dana tersebut. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pemerasan politik yang tidak seharusnya terjadi dalam organisasi olahraga internasional.
Kontroversi ini menambah daftar tantangan yang dihadapi Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Dalam beberapa tahun terakhir, kepemimpinan FIFA terus berada di bawah sorotan terkait isu transparansi, tata kelola organisasi, hingga independensi dalam pengambilan keputusan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari FIFA yang memberikan penjelasan terkait tuduhan tersebut. Publik kini menantikan klarifikasi dari badan sepak bola dunia itu mengenai alasan keterlambatan pencairan hadiah FIFA Arab Cup 2025 serta mekanisme distribusi dana kepada peserta turnamen.
Pengamat menilai, apabila polemik ini terus berlanjut tanpa penjelasan yang memadai, isu tersebut berpotensi memengaruhi dinamika politik internal FIFA menjelang kongres pemilihan presiden pada 2027. Kepercayaan federasi-federasi anggota terhadap kepemimpinan organisasi juga dinilai dapat menjadi faktor penting dalam menentukan arah pemilihan mendatang. Kasus ini menjadi salah satu isu paling menyita perhatian di dunia sepak bola internasional, mengingat besarnya nilai hadiah yang dipersoalkan serta implikasinya terhadap kredibilitas FIFA sebagai organisasi yang mengelola sepak bola global.