Istana Belum Pastikan Asal Dokumen Usulan Nobel Peace Prize 2026 yang Cantumkan Nama Prabowo sebagai Penulis

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Istana Belum Pastikan Asal Dokumen Usulan Nobel Peace Prize 2026 yang Cantumkan Nama Prabowo sebagai Penulis
Nasional

Istana Belum Pastikan Asal Dokumen Usulan Nobel Peace Prize 2026 yang Cantumkan Nama Prabowo sebagai Penulis

Devi Sry Atmaja · 07 Agustus 2026 · 16.18 WIB · 3 dibaca

Jakarta – Istana Kepresidenan menyatakan belum mengetahui asal-usul dokumen akademik yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis dalam naskah usulan Nobel Peace Prize 2026 terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengatakan dirinya belum pernah melihat dokumen tersebut dan belum dapat memastikan siapa pihak yang menyusun maupun menerbitkan naskah yang kini beredar di publik.

"Saya belum pernah melihat itu. Tapi kayaknya bukan dari pemerintah," ujar Hasan usai menghadiri Pertemuan Presiden dengan 150 Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Hasan menegaskan, pemerintah masih melakukan pengecekan untuk mengetahui sumber dan latar belakang dokumen tersebut. Menurutnya, Istana belum menerima informasi resmi mengenai naskah akademik yang mengaitkan nama Presiden Prabowo dengan pengajuan penghargaan perdamaian internasional tersebut. "Saya rasa enggak ada dari pemerintah itu ya. Entah siapa itu, kami harus cek ya," lanjutnya.

Saat ditanya apakah pencantuman nama Prabowo dalam dokumen tersebut dilakukan dengan sepengetahuan Presiden, Hasan belum memberikan jawaban pasti. Ia menyebut perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan keterangan lebih lanjut. "Saya harus cek dulu ya," pungkasnya.

Dokumen yang menjadi sorotan tersebut berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth". Naskah tersebut disebut memiliki ketebalan sekitar 69 halaman dan mencantumkan nama Prabowo Subianto sebagai penulis pertama. Selain nama Prabowo, dokumen tersebut juga mencantumkan nama Dian Damayanti serta sejumlah nama lainnya sebagai penulis. Isi dokumen membahas Program Makan Bergizi Gratis yang dikaitkan dengan isu ketahanan pangan, pembangunan industri makanan, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi kelompok masyarakat tertentu, terutama pelajar dan kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Namun, hingga saat ini pemerintah belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keterlibatan Presiden Prabowo dalam penyusunan maupun pengajuan dokumen tersebut untuk Nobel Peace Prize 2026. Istana memastikan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dokumen yang beredar agar informasi mengenai asal-usul, penyusun, serta keterlibatan pihak-pihak terkait dapat diketahui secara jelas.

Tag
Memuat tag...