Kemenkop Latih 29.830 Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Siap Kawal Ekonomi Kerakyatan
Cimahi – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) terus mengakselerasi pembangunan koperasi nasional melalui program unggulan Koperasi Merah Putih. Sebanyak 29.830 calon manajer koperasi tengah mengikuti pelatihan intensif untuk memperkuat kompetensi manajerial mereka sebelum ditempatkan di berbagai daerah.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan pelatihan di Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026). Menurutnya, penguatan kompetensi ini merupakan tahap kedua dari program pembinaan calon manajer Koperasi Merah Putih. Penguatan kompetensi merupakan tahapan lanjutan setelah peserta mengikuti pembentukan karakter, kepemimpinan, dan bela negara sebelum nantinya ditempatkan di titik KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih).
Program pembinaan ini dirancang secara bertahap dan komprehensif. Tahap pertama meliputi pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat bela negara. Tahap kedua yang sedang berlangsung saat ini adalah penguatan kompetensi manajerial melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi. Sementara tahap ketiga nanti adalah sertifikasi kompetensi sebagai penegasan standar profesionalisme.
Peserta dibekali berbagai materi penting, antara lain manajemen koperasi, pengelolaan keuangan, serta soft skill yang krusial untuk mendukung operasional koperasi sehari-hari. “Soft skill akan membantu keberhasilan operasional koperasi,” tegas Ferry. Mereka juga menjalani sertifikasi kompetensi dan pemetaan potensi sebelum resmi ditempatkan di daerah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memastikan setiap manajer memiliki kesiapan yang matang untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.
Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu flagship Kemenkop UKM di bawah kepemimpinan Ferry Juliantono untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan menyiapkan puluhan ribu manajer profesional, pemerintah berharap koperasi dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional, khususnya di tingkat desa dan kelurahan. Pelatihan di Cimahi ini menjadi bagian dari upaya besar untuk mencetak generasi baru penggerak koperasi yang berintegritas, kompeten, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Ferry optimistis bahwa kehadiran manajer-manajer terlatih ini akan mampu meningkatkan kinerja, transparansi, dan daya saing koperasi Indonesia di masa depan. Perkembangan program ini akan terus dipantau sebagai bagian dari strategi nasional penguatan UMKM dan koperasi.