Kisruh Politik Kosovo, Anggota Oposisi Lempar Telur ke Plt PM Albin Kurti di Tengah Sidang Parlemen
Berikut artikel beritanya:
Kisruh Politik Kosovo, Anggota Oposisi Lempar Telur ke Plt PM Albin Kurti di Tengah Sidang Parlemen
Suasana sidang parlemen di Pristina, Kosovo, berubah menjadi kisruh setelah seorang anggota partai oposisi melempari Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Albin Kurti dengan telur, Sabtu (8/8/2026). Insiden mengejutkan ini dilakukan oleh Time Kadrijaj, anggota partai oposisi konservatif Alliance for the Future of Kosovo (AAK), yang tanpa ragu mendekati Kurti sembari berteriak "Memalukan!" sebelum melemparkan setidaknya empat butir telur ke arah sang Perdana Menteri.
Insiden ini terjadi setelah Kurti meminta tambahan waktu untuk bernegosiasi dengan partai-partai oposisi demi mencapai kesepakatan politik terkait pemilihan Ketua Parlemen serta presiden baru Kosovo. Permintaan penundaan tersebut sontak memicu kemarahan sejumlah anggota oposisi yang telah lama menanti kejelasan pembentukan parlemen baru pascapemilu. Aksi lempar telur baru berhenti setelah sejumlah anggota parlemen dan petugas keamanan turun tangan melerai dan melindungi Kurti dari lemparan susulan.
Insiden ini membuat sidang parlemen langsung dihentikan sementara, dengan pimpinan sidang bahkan memerintahkan pemutusan siaran langsung televisi saat petugas keamanan mengelilingi sang Perdana Menteri untuk memastikan keselamatannya. Meski sempat menjadi sasaran lemparan telur, Kurti tampak tetap tenang dan tidak gentar, bahkan menanggapi insiden tersebut dengan pernyataan santai bahwa jika lemparan telur adalah harga yang harus dibayar demi menjaga dialog politik tetap berjalan, dirinya dengan senang hati bersedia membayarnya.
Sidang yang digelar atas inisiatif partai pemenang pemilu, Vetevendosje, ini sejatinya diadakan untuk membentuk parlemen baru menyusul hasil pemilu sela pada 7 Juni lalu. Meski berhasil menjadi kekuatan politik terbesar dengan meraih 53 dari 120 kursi parlemen, Vetevendosje tetap tidak memiliki mayoritas yang cukup untuk memerintah tanpa dukungan mitra koalisi, sehingga Kurti masih harus terus bernegosiasi dengan berbagai partai oposisi guna mencapai kesepakatan politik yang diperlukan.
Namun, sejumlah pihak oposisi dan pakar hukum menilai bahwa pelaksanaan sidang parlemen tersebut telah melewati batas waktu konstitusional yang ditetapkan, mengingat parlemen semestinya sudah terbentuk penuh dalam waktu 30 hari setelah pemilu digelar. Sejumlah anggota parlemen dari kubu oposisi bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum atas permintaan penundaan yang berulang kali diajukan Kurti, yang dinilai telah melumpuhkan kinerja parlemen dan memperpanjang kebuntuan politik di Kosovo.
Perlu diketahui, insiden kekacauan di parlemen Kosovo ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada 2023 lalu, parlemen Kosovo juga sempat diwarnai insiden serupa ketika seorang anggota parlemen dari Partai Demokratik Kosovo melemparkan botol air ke arah Kurti saat tengah berbicara di podium. Kejadian berulang ini semakin menegaskan betapa tingginya tensi dan ketegangan politik yang mewarnai proses pembentukan pemerintahan baru di Kosovo pascapemilu Juni lalu.