Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Biak, Padukan Semangat Kemerdekaan dan Pelestarian Alam

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Biak, Padukan Semangat Kemerdekaan dan Pelestarian Alam
Nasional

Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Biak, Padukan Semangat Kemerdekaan dan Pelestarian Alam

Devi Sry Atmaja · 17 Agustus 2026 · 18.47 WIB · 4 dibaca

BIAK NUMFOR, PAPUA — Bendera Merah Putih berkibar di dasar laut Pulau Biak, Papua, dalam upacara dan parade bendera bawah laut yang digelar Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian bersama Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, pengurus WASI, dan para penyelam setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan sekaligus momentum mengenang sejarah penting Pulau Biak. Pemilihan Biak sebagai lokasi kegiatan memiliki alasan kuat. Selain dikenal memiliki laut yang jernih dan terumbu karang yang indah, kawasan ini menyimpan jejak sejarah Perang Dunia II sebagai pangkalan militer Jepang dan Tentara Sekutu. Biak juga pernah menjadi pangkalan militer utama Belanda dan menjadi salah satu sasaran infiltrasi Operasi Trikora TNI dalam perjuangan pembebasan Papua.

Penyelaman dilakukan di Catalina Point dan Dede Point, lokasi yang menyimpan peninggalan sejarah berupa reruntuhan pesawat. Di Catalina Point terdapat bangkai pesawat pengebom amfibi Catalina milik Tentara Sekutu, sementara Dede Point menyimpan reruntuhan pesawat angkut Scottish Aviation Twin Pioneer peninggalan Belanda. Di kawasan tersebut, para penyelam mengibarkan Merah Putih sebagai simbol semangat nasionalisme di tengah kekayaan bawah laut Indonesia.

Tri Tito Karnavian mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan terhadap Tanah Air, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan. “Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kecintaan pada Tanah Air yang 80 persen wilayahnya adalah lautan. Jadi kita wajib menjaga dan mencintai laut Indonesia,” ujarnya.

Setelah upacara bawah laut, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan pantai dan penanaman mangrove yang melibatkan pelajar serta komunitas lingkungan Trash Hero. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kebersihan dan kelestarian ekosistem pesisir. Rangkaian kegiatan di Biak akhirnya tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menggabungkan unsur sejarah, nasionalisme, wisata bahari, dan pelestarian lingkungan. Dari dasar laut yang menyimpan jejak masa lalu hingga aksi menjaga pesisir hari ini, pesan yang dibawa adalah bahwa mencintai Indonesia juga berarti menjaga laut dan warisan alamnya untuk generasi mendatang.

Tag
Memuat tag...