Prabowo Ungkap Menteri Sampai Masuk RS dan Pingsan Kejar 121 Kebijakan Transformatif dalam 663 Hari

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Prabowo Ungkap Menteri Sampai Masuk RS dan Pingsan Kejar 121 Kebijakan Transformatif dalam 663 Hari
Nasional

Prabowo Ungkap Menteri Sampai Masuk RS dan Pingsan Kejar 121 Kebijakan Transformatif dalam 663 Hari

Rizqi Akbar Sadly · 14 Agustus 2026 · 20.32 WIB · 2 dibaca

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sekaligus Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tahun 2026, yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidato tersebut, Prabowo menegaskan bahwa para menteri dan pembantunya di Kabinet Merah Putih telah bekerja sangat keras sepanjang 21 bulan masa pemerintahannya, hingga sebagian dari mereka harus mengalami kondisi fisik yang cukup memprihatinkan akibat kelelahan. Sidang tahunan yang turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin, hingga Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, ini berlangsung sebagai rangkaian agenda kenegaraan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam paparannya, Prabowo secara khusus mengungkapkan betapa besarnya pengorbanan yang telah ditunjukkan jajaran kabinetnya selama menjalankan tugas pemerintahan. "Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan," kata Prabowo dalam pidato kenegaraannya. Pernyataan ini disampaikan sebagai bukti nyata kesungguhan pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat, sekaligus menegaskan bahwa capaian-capaian yang telah diraih pemerintahannya tidak datang dengan mudah, melainkan melalui kerja keras yang menuntut pengorbanan besar dari seluruh jajaran kabinet.

Lebih lanjut, Prabowo memaparkan capaian konkret dari kerja keras tersebut, yakni telah dijalankannya sebanyak 121 kebijakan transformatif di berbagai sektor sepanjang masa pemerintahannya. "Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan," ujar Prabowo. Ia menghitung bahwa dengan capaian tersebut, pemerintahannya rata-rata telah menetapkan satu kebijakan transformatif setiap lima hari sejak dirinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.

Prabowo menegaskan bahwa berbagai persoalan bangsa yang selama puluhan tahun dianggap terlalu rumit untuk diselesaikan, kini mulai menunjukkan titik terang berkat keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan tegas. "Kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, didasari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat mulai kita selesaikan," kata Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut belum berarti seluruh persoalan telah tuntas sepenuhnya. "Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan," tegasnya.

Sebagai salah satu contoh konkret dari kebijakan transformatif yang telah dijalankan, Prabowo menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memproduksi bahan bakar diesel dengan campuran biodiesel B50 berbasis kelapa sawit. Menurutnya, sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri berkat capaian tersebut, sehingga negara berhasil menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau setara sekitar 9,5 miliar dolar Amerika Serikat yang sebelumnya harus dikirim ke luar negeri untuk membiayai impor bahan bakar. Capaian di sektor energi ini menjadi salah satu bukti nyata dari rangkaian kebijakan transformatif yang disebut Prabowo telah mengubah wajah ketahanan energi nasional dalam waktu relatif singkat.

Selain sektor energi, Prabowo turut menyinggung capaian penting di bidang pengawasan keuangan negara, di mana rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepanjang 2025 telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa upaya reformasi tata kelola keuangan negara yang dijalankan pemerintah turut membuahkan hasil signifikan, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat serta generasi anak dan cucu mereka di masa mendatang.

Prabowo menegaskan empat prinsip utama yang menjadi landasan seluruh kebijakan transformatif yang telah dijalankan pemerintahannya, yakni keberanian mengambil keputusan, kerja keras yang didasari ketulusan hati, upaya mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat mungkin, serta orientasi kebijakan yang senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat dan generasi penerus bangsa. Ia secara tegas menyatakan bahwa pemerintah belum dapat mengklaim seluruh persoalan bangsa telah terselesaikan sepenuhnya, maupun seluruh janji yang pernah diucapkannya telah tertunaikan secara penuh. "Belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," kata Prabowo, seraya menegaskan komitmennya untuk terus menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dalam sisa masa jabatannya.

Menutup bagian tersebut dari pidatonya, Prabowo turut menyampaikan bahwa mengingat besarnya pengorbanan fisik yang telah ditunjukkan para menterinya, dirinya berencana memberikan waktu istirahat yang lebih memadai bagi jajaran kabinet dalam sisa masa jabatan pemerintahannya. Pernyataan ini mencerminkan sisi perhatian personal Presiden terhadap kondisi kesehatan para pembantunya, di tengah tuntutan kerja yang tinggi untuk terus mengejar target-target kebijakan strategis nasional. Pidato kenegaraan ini pun menjadi salah satu momentum penting bagi publik untuk menilai capaian dan tantangan yang masih dihadapi pemerintahan Prabowo-Gibran, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh elemen bangsa dalam mengawal keberlanjutan berbagai kebijakan transformatif yang telah dan akan terus dijalankan ke depan.

Tag
Memuat tag...