Rupiah Melemah ke Rp18.116 per Dolar AS, Investor Pantau Gejolak Global

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Rupiah Melemah ke Rp18.116 per Dolar AS, Investor Pantau Gejolak Global
Keuangan

Rupiah Melemah ke Rp18.116 per Dolar AS, Investor Pantau Gejolak Global

Devi Sry Atmaja · 13 Juli 2026 · 14.38 WIB · 2 dibaca

Jakarta — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan. Pada Senin (13/7/2026) pukul 09.15 WIB, rupiah tercatat melemah 51 poin atau 0,28 persen ke level Rp18.116 per dolar AS, menurut data Bloomberg. Pelemahan ini mengembalikan rupiah ke zona merah setelah sempat menguat pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026) di level Rp18.050 per dolar AS. Dengan demikian, hanya dalam dua hari libur akhir pekan, rupiah kehilangan penguatan yang sempat diraih sebelumnya.

Analis pasar uang menilai pelemahan rupiah pagi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor global, antara lain penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas. Pelemahan mata uang emerging market, termasuk rupiah, juga kerap terjadi di tengah wait and see investor menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) diperkirakan tetap siaga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen yang tersedia, termasuk intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Level Rp18.116 per dolar AS masih berada di kisaran yang relatif tinggi sepanjang tahun ini. Pelemahan rupiah dapat berdampak pada harga barang impor, inflasi, serta beban utang luar negeri perusahaan swasta dan pemerintah yang berdenominasi dolar.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga berpotensi meningkatkan daya saing ekspor Indonesia, terutama komoditas unggulan seperti kelapa sawit, batu bara, dan nikel. Namun, masyarakat diharapkan mewaspadai kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok yang sensitif terhadap pergerakan kurs. Pasar valuta asing domestik akan terus dipantau sepanjang hari ini. Pelaku pasar menanti arah pergerakan rupiah menjelang penutupan perdagangan sore nanti, serta respons dari otoritas moneter.

Tag
Memuat tag...