Tanpa APBD, Satelit Lampung-1 Berbasis AI Resmi Mengorbit dari Shandong China

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Tanpa APBD, Satelit Lampung-1 Berbasis AI Resmi Mengorbit dari Shandong China
Nasional

Tanpa APBD, Satelit Lampung-1 Berbasis AI Resmi Mengorbit dari Shandong China

Rizqi Akbar Sadly · 07 Agustus 2026 · 16.40 WIB · 3 dibaca

Provinsi Lampung memasuki babak baru dalam pemanfaatan teknologi antariksa. Satelit hiperspektral berbasis kecerdasan artifisial (AI) bernama Lampung-1 berhasil diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok, pada Rabu (5/8/2026). Satelit ini dibawa menuju orbit menggunakan roket Smart Dragon-3 sebagai bagian dari misi OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan oleh perusahaan antariksa asal China, STAR.VISION Aerospace, bersama Uzcosmos Uzbekistan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, hadir langsung menyaksikan momen bersejarah tersebut bersama delegasi Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Shandong, STAR.VISION Aerospace, serta sejumlah mitra internasional lainnya. "Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Yang kami saksikan hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah satelit, tetapi dimulainya babak baru kerja sama internasional yang akan membantu Lampung memanfaatkan teknologi antariksa dan kecerdasan artifisial untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan," ujar Rahmat.

Yang menarik, peluncuran satelit ini sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan hasil sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kepercayaan yang diberikan STAR.VISION kepada Provinsi Lampung. "Betul, program ini tidak dibiayai APBD. Ini merupakan hasil kolaborasi dengan BRIN dan sinergi yang dibangun Pak Gubernur sehingga STAR.VISION memberikan kepercayaan menjadikan salah satu satelit dalam misi ini bernama Lampung-1," kata Marindo.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan, kepemilikan, dan pengoperasian satelit ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab STAR.VISION Aerospace, sementara Pemerintah Provinsi Lampung berperan sebagai mitra dalam pemanfaatan data satelit untuk mendukung pembangunan berbasis data di daerah. Kerja sama ini bermula dari penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan STAR.VISION di Shandong pada 28 Mei 2025, menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi satelit hiperspektral.

Peluncuran Lampung-1 sekaligus menjadi tindak lanjut konkret dari kerja sama sister province antara Provinsi Lampung dan Provinsi Shandong yang telah terjalin sejak 2025, mencakup berbagai bidang strategis mulai dari pertanian modern, teknologi, investasi, perdagangan, infrastruktur, hingga pengembangan sumber daya manusia. Data yang dihasilkan satelit ini diharapkan dapat mendukung berbagai sektor prioritas, mulai dari pertanian, irigasi, perikanan, kelautan, pembangunan infrastruktur, hingga mitigasi bencana di wilayah Lampung.

Rahmat menegaskan bahwa investasi terbesar dari kerja sama ini bukan sekadar teknologi yang diluncurkan ke ruang angkasa, melainkan sumber daya manusia yang dipersiapkan untuk memahami dan menguasai teknologi tersebut. "Investasi terbesar dari kerja sama ini bukan hanya teknologi yang diluncurkan ke ruang angkasa, tetapi manusia yang dipersiapkan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkannya," pungkasnya, menandai langkah strategis Lampung menuju era tata kelola pemerintahan modern yang didukung data akurat dan berbasis teknologi mutakhir.

Tag
Memuat tag...