TPA Romokalisari Surabaya Dilalap Api, Diduga Dipicu Gas Metana dari Tumpukan Sampah

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
TPA Romokalisari Surabaya Dilalap Api, Diduga Dipicu Gas Metana dari Tumpukan Sampah
Nasional

TPA Romokalisari Surabaya Dilalap Api, Diduga Dipicu Gas Metana dari Tumpukan Sampah

Devi Sry Atmaja · 20 Juli 2026 · 14.11 WIB · 2 dibaca

Surabaya – Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya, pada Minggu (19/7/2026) malam. Kobaran api disertai kepulan asap tebal membumbung tinggi dan terlihat dari kawasan Jalan Raya Jawar hingga sekitar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), sehingga sempat menarik perhatian warga yang melintas. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area tumpukan sampah lainnya.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, mengatakan hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada keberadaan gas metana yang secara alami dihasilkan dari proses pembusukan sampah. Menurutnya, petugas awalnya melihat kepulan asap dari area TPA. Dalam kondisi angin yang bertiup cukup kencang, asap tersebut kemudian berubah menjadi kobaran api yang dengan cepat menyebar di permukaan tumpukan sampah.

"Belum diketahui secara pasti penyebabnya. Kemungkinan berasal dari gas metana yang dihasilkan sampah, kemudian muncul asap dan karena angin cukup besar akhirnya memicu kobaran api," jelasnya.

Proses pemadaman tidak hanya dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api. Petugas juga mengerahkan alat berat jenis ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan agar bara api yang berada di bagian dalam timbunan sampah dapat dijangkau dan tidak kembali memicu kebakaran. Menurut DPKP Surabaya, saat ini kobaran api utama telah berhasil dipadamkan. Namun, proses pendinginan masih terus dilakukan dengan membasahi area bekas kebakaran dan mengurai tumpukan sampah yang masih menyimpan panas.

Gas metana merupakan salah satu gas yang dihasilkan dari proses penguraian sampah organik di tempat pembuangan akhir. Dalam kondisi tertentu, terutama saat cuaca panas atau disertai hembusan angin, gas tersebut dapat memicu kebakaran apabila bertemu sumber panas atau percikan api. Karena itu, kebakaran di kawasan TPA kerap membutuhkan waktu penanganan lebih lama dibanding kebakaran biasa. Api dapat menyala kembali dari dalam timbunan sampah meski permukaannya terlihat telah padam.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut. Petugas masih terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali membesar. Pihak DPKP Surabaya juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kebakaran selama proses penanganan berlangsung, mengingat masih terdapat kepulan asap yang dapat mengganggu kesehatan serta potensi munculnya titik api baru. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Tag
Memuat tag...