Trump Batalkan Rencana Serangan AS ke Iran, Sebut Ada Batasan dari Kesepakatan yang Disetujui

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Trump Batalkan Rencana Serangan AS ke Iran, Sebut Ada Batasan dari Kesepakatan yang Disetujui
Berita International

Trump Batalkan Rencana Serangan AS ke Iran, Sebut Ada Batasan dari Kesepakatan yang Disetujui

Devi Sry Atmaja · 03 Agustus 2026 · 19.56 WIB · 3 dibaca

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan militer AS terhadap Iran. Keputusan tersebut, menurut Trump, terkait adanya batasan dari kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.

Dalam unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump mengungkapkan bahwa awalnya Amerika Serikat siap melancarkan serangan besar-besaran. Ia menyebut AS sempat bersiap mengerahkan “Teror, Kekuatan, dan Kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II” terhadap Iran.

Namun, perkembangan berubah setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan informasi baru. Netanyahu mengatakan bahwa Iran dan sejumlah negara lain baru saja meminta agar serangan apa pun ditunda.

Menurut keterangan tersebut, penundaan dilakukan karena telah tercapai kesepakatan yang mencakup dua poin utama. Pertama, pembukaan penuh Selat Hormuz. Kedua, pengakhiran ancaman nuklir Iran.

Pernyataan Trump ini menjadi perkembangan signifikan di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Keputusan pembatalan serangan muncul setelah sebelumnya sempat muncul sinyal kesiapan militer AS untuk bertindak.

Hingga saat ini, detail lengkap mengenai isi dan mekanisme kesepakatan yang dimaksud masih terbatas pada keterangan yang disampaikan Trump dan Netanyahu. Pihak-pihak terkait belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait proses negosiasi maupun jaminan pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Keputusan ini diperkirakan akan memengaruhi dinamika keamanan di kawasan, khususnya terkait stabilitas Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis pengiriman energi dunia, serta isu program nuklir Iran yang selama ini menjadi perhatian internasional.

Tag
Memuat tag...