Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Dari Ciputat ke Harvard: Fakhri Fauzi Mengajar Bahasa Indonesia di Kennedy School
Nasional

Dari Ciputat ke Harvard: Fakhri Fauzi Mengajar Bahasa Indonesia di Kennedy School

Fazlur Rahman · 20 Juni 2026 · 21.17 WIB · 2 dibaca

Bagi banyak orang, Harvard University hanya terbayang sebagai simbol prestasi akademik tertinggi. Namun, di tengah gedung-gedung bersejarah dan mahasiswa-mahasiswa berbakat dari seluruh dunia, seorang pengajar asal Indonesia kini menjadi jembatan budaya yang membawa bahasa dan kekayaan Nusantara ke Ivy League.

Namanya Fakhri Fauzi, atau yang akrab disapa Mas Fakhri (@fauzifakhri). Sebagai Visiting Scholar sekaligus pengajar Bahasa Indonesia (BIPA) di Harvard Kennedy School, Fakhri sedang menjalani tahun akademik 2025-2026 dengan penuh semangat. Melalui program Fulbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA), pria lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini membawa misi mulia: memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada komunitas global di salah satu universitas terbaik dunia.

Dalam sebuah reel Instagram yang viral dari akun @lawanarah.id, Fakhri diperkenalkan dengan sederhana namun menginspirasi: “Kenalin, ini mas @fauzifakhri. Pengajar Bahasa Indonesia (Visiting Scholar) di Harvard Kennedy School.” Video tersebut langsung menyentuh banyak hati, mengingatkan bahwa perjalanan jauh dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Fakhri bukanlah orang yang lahir dengan “sendok perak” di mulut. Ia memulai kariernya sebagai pengajar BIPA di UIN Jakarta sejak 2016. Dengan dedikasi mengajar bahasa Indonesia bagi penutur asing, ia terus mengasah kemampuan hingga akhirnya lolos seleksi ketat Fulbright FLTA. Investasi kecil yang ia keluarkan untuk pelatihan BIPA—sekitar Rp5 juta—kini membuahkan hasil luar biasa.

Di Harvard Kennedy School, Fakhri tidak hanya mengajar bahasa, tapi juga memperkenalkan nuansa budaya Indonesia. Kelas-kelasnya yang bersifat non-kredit diikuti oleh mahasiswa, peneliti, staf, hingga cendekiawan di kawasan Boston Raya. Materi mencakup percakapan sehari-hari hingga pemahaman mendalam tentang keberagaman Indonesia.

“Bahasa adalah jembatan yang menghubungkan budaya, pengetahuan, dan dunia,” ujar Fakhri dalam berbagai kesempatan. Melalui perannya ini, ia membuktikan bahwa Bahasa Indonesia semakin diakui di kancah internasional, bukan hanya sebagai bahasa resmi negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, tetapi juga sebagai pintu masuk menuju pemahaman yang lebih kaya tentang Asia Tenggara.

Kehadiran Fakhri di Harvard bukan sekadar pencapaian pribadi. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa mimpi belajar dan mengajar di luar negeri bukanlah hal mustahil. Banyak netizen yang melihat reel tersebut langsung memberikan komentar penuh semangat, mendoakan agar anak-anak mereka kelak bisa meneladani perjalanan serupa.

Sebagai Foreign Language Teaching Assistant, Fakhri juga aktif terlibat dalam komunitas akademik Kennedy School. Ia membantu mahasiswa yang tertarik dengan isu-isu Indonesia, mulai dari kebijakan publik hingga studi Asia, untuk lebih memahami konteks lokal melalui bahasa asli.

Perjalanan Fakhri Fauzi mengingatkan kita pada pepatah lama: ilmu tak kenal batas. Dari kampus di Ciputat hingga koridor Harvard, ia membawa serta kebanggaan bangsa. Bagi Indonesia, sosok seperti Fakhri adalah bukti hidup bahwa investasi pada pendidikan dan penguasaan bahasa dapat membuka gerbang dunia.

Semoga semakin banyak talenta muda Nusantara yang mengikuti jejaknya, menjadikan Bahasa Indonesia semakin bersinar di panggung global. Selamat bertugas, Mas Fakhri! 

Tag
Memuat tag...