Gempa Kembali Guncang Ruteng, Magnitudo 5,6 Terasa di Sejumlah Wilayah NTT hingga Bima
MANGGARAI — Gempa bumi kembali mengguncang kawasan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan aktivitas gempa terjadi di kawasan tersebut, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,6. Gempa terkuat terjadi pada pukul 05.45 WIB. Berdasarkan laporan BMKG, gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Manggarai hingga wilayah di Nusa Tenggara Barat.
Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 menjadi guncangan terbesar yang tercatat pada Kamis pagi. Dengan kedalaman yang relatif dangkal, gempa tersebut dirasakan di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Bima, hingga Kota Bima. Aktivitas gempa yang terjadi sejak pagi menambah kewaspadaan masyarakat di wilayah Flores, terutama setelah kawasan tersebut sebelumnya diguncang gempa besar. Masyarakat yang merasakan guncangan diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Sebelum gempa M5,6 terjadi, BMKG juga mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang kawasan Ruteng pada pukul 05.28 WIB. Dengan demikian, dalam rentang waktu kurang dari 20 menit, terjadi dua gempa yang cukup signifikan di kawasan tersebut. Selain dua gempa itu, BMKG mencatat adanya puluhan aktivitas gempa lainnya di sekitar wilayah Ruteng dan Manggarai pada Kamis pagi. Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan kawasan Flores masih mengalami aktivitas seismik yang cukup tinggi.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang tetapi waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga disarankan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing, terutama bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa. Apabila terdapat keretakan atau kerusakan struktur bangunan, masyarakat sebaiknya menghindari berada di dalam bangunan tersebut hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Informasi mengenai gempa dan potensi dampaknya sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah untuk menghindari kepanikan akibat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.