Iran Ancam Respons Keras Usai Israel Katz Sebut Mojtaba Khamenei sebagai Target Pembunuhan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Iran Ancam Respons Keras Usai Israel Katz Sebut Mojtaba Khamenei sebagai Target Pembunuhan
Berita International

Iran Ancam Respons Keras Usai Israel Katz Sebut Mojtaba Khamenei sebagai Target Pembunuhan

Devi Sry Atmaja · 03 Juli 2026 · 14.11 WIB · 2 dibaca

Teheran – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak. Iran bereaksi keras setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyebut Mojtaba Khamenei — putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei — sebagai target potensial pembunuhan. Pernyataan tersebut langsung memicu kemarahan Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa segala bentuk ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan Iran akan mendapat respons yang kuat dan tegas. “Ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan Iran akan ditanggapi dengan respons kuat,” tegas Araghchi dalam pernyataan resminya.

Pernyataan Israel Katz yang dianggap provokatif ini datang di tengah ketegangan berkepanjangan antara kedua negara. Iran sering menuduh Israel berada di balik serangkaian pembunuhan ilmuwan nuklir dan tokoh penting Iran di masa lalu. Sementara itu, Israel kerap menuding Iran sebagai ancaman eksistensial melalui program nuklir dan dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah.

Mojtaba Khamenei, yang selama ini relatif tertutup dari sorotan publik, dianggap sebagai salah satu figur berpengaruh di balik kepemimpinan Iran. Spekulasi tentang perannya dalam suksesi kepemimpinan tertinggi Iran kerap muncul, meski belum ada konfirmasi resmi dari Teheran.

Reaksi keras Iran ini mencerminkan sensitivitas tinggi Teheran terhadap segala bentuk ancaman yang diarahkan kepada keluarga pemimpin tertinggi. Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tindakan permusuhan.

Ketegangan ini semakin memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah yang sudah sangat rapuh. Berbagai pihak khawatir provokasi semacam ini dapat memicu eskalasi lebih lanjut, termasuk konflik langsung antara Iran dan Israel yang berpotensi melibatkan aktor-aktor regional lainnya.

Sementara itu, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi dengan cermat. Upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan antara kedua negara masih menjadi harapan banyak pihak demi menjaga stabilitas kawasan.

Tag
Memuat tag...