Keluarga Affan Kurniawan Minta Tak Ada Peringatan Setahun Meninggalnya, Hanya Gelar Pengajian Sederhana
Jakarta — Keluarga almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia setelah terlindas mobil rantis Brimob saat demonstrasi di Pejompongan pada 28 Agustus 2025, meminta agar tidak ada peringatan publik terkait satu tahun kepergiannya. Keluarga hanya akan menggelar pengajian sederhana di masjid terdekat. Pernyataan tersebut disampaikan ayah almarhum, Zulkifli, didampingi istrinya Erlina dan kuasa hukum keluarga Achmad Michdan. Mereka merespons kabar adanya rencana peringatan setahun wafatnya Affan yang beredar di kalangan rekan seprofesi dan masyarakat.
“Kami mendengar adanya informasi yang disampaikan kepada keluarga bahwa akan adanya peringatan satu tahun almarhum Affan Kurniawan,” ujar Zulkifli.
Zulkifli menekankan bahwa keluarga memahami semangat dan kepedulian rekan-rekan Affan. Namun, mereka berharap tidak ada kegiatan yang berlebihan. “Saya sekeluarga mengerti dan memahami semangat dari rekan-rekan almarhum, tapi kami dari pihak keluarga hanya meminta doa kepada rekan-rekan untuk almarhum agar dilapangkan kuburnya, diampuni dosanya, dan diterima amal ibadahnya,” tuturnya. Ia juga meminta agar foto, konten, maupun kegiatan apa pun yang mengatasnamakan almarhum tidak dilakukan. “Kami keluarga juga tidak berkenan foto almarhum, konten-konten tentang almarhum dan kegiatan apa pun yang mengatasnamakan almarhum,” tegas Zulkifli.
Menurut Zulkifli, keluarga hanya akan menggelar pengajian dan doa bersama di masjid terdekat. Ia berharap rekan-rekan Affan serta masyarakat luas dapat mengerti dan menghormati keputusan tersebut demi ketenangan almarhum. “Kami berharap kepada rekan-rekan almarhum untuk dapat mengerti dan menghormati keputusan keluarga demi ketenangan almarhum yang insyaallah sudah husnul khatimah. Sekali lagi kami imbau kepada rekan-rekan almarhum hanya memberikan doa tanpa adanya kegiatan yang berlebihan,” pungkasnya.
Affan Kurniawan meninggal dunia pada 28 Agustus 2025 saat demonstrasi ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Saat itu, Affan yang sedang bertugas sebagai pengemudi ojol terjatuh di tengah jalan, kemudian ditabrak dan dilindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya. Momen tersebut terekam dan sempat viral di media sosial. Usai kejadian, mobil tersebut terus melaju dan dikejar warga serta pengendara ojol lainnya. Massa sempat melempari kendaraan dengan batu dan kayu, namun mobil tetap bergerak menjauh.
Affan dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Ia tinggal bersama orang tua dan saudara-saudaranya di kontrakan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kini, setahun setelah kepergiannya, keluarga memilih jalan yang tenang. Mereka hanya menginginkan doa dan pengajian sederhana, tanpa seremoni publik yang berlebihan. Keputusan ini diharapkan dapat dihormati oleh semua pihak agar almarhum mendapatkan ketenangan.