Kena Hujatan Menyinggung Agama dan Etnis Usai Undang Sarwendah di Podcast, Denny Sumargo: Itu yang Bikin Gue Ketawa

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Kena Hujatan Menyinggung Agama dan Etnis Usai Undang Sarwendah di Podcast, Denny Sumargo: Itu yang Bikin Gue Ketawa
Nasional

Kena Hujatan Menyinggung Agama dan Etnis Usai Undang Sarwendah di Podcast, Denny Sumargo: Itu yang Bikin Gue Ketawa

Rizqi Akbar Sadly · 14 Agustus 2026 · 12.18 WIB · 2 dibaca

Presenter dan aktor Denny Sumargo menanggapi banyaknya hujatan yang ia terima dari warganet setelah mengundang Sarwendah sebagai bintang tamu di podcast YouTube miliknya, di tengah polemik rumah tangga yang tengah dihadapi Sarwendah dengan mantan suaminya, Ruben Onsu. Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026), pria yang akrab disapa Densu tersebut mengaku telah sepenuhnya siap dengan segala konsekuensi yang mungkin timbul akibat keputusannya menghadirkan Sarwendah dalam konten podcastnya. Namun, ia menyoroti satu hal yang menurutnya tergolong berlebihan dan tidak masuk akal, yakni banyaknya komentar hujatan dari warganet yang justru menyinggung ranah agama hingga etnis pribadinya. "Itu yang bikin gue ketawa," ucapnya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Denny menjelaskan bahwa dirinya sesungguhnya telah memperkirakan akan menuai kritik dan hujatan sejak awal, bahkan sebelum sesi rekaman podcast bersama Sarwendah dan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, dilakukan. Ia menyadari betul bahwa membahas persoalan rumah tangga selebriti yang tengah menjadi perbincangan hangat publik pasti akan memicu pro dan kontra, sehingga dirinya telah mempersiapkan diri secara mental untuk menerima berbagai reaksi negatif yang mungkin muncul. "Nggak apa-apa itu konsekuensi, gue bisa mengerti kalau memang itu pasti akan terjadi dan dari awal sebelum podcast pun gue tahu itu pasti akan terjadi," kata Denny Sumargo kepada wartawan.

Meski telah menyiapkan diri, Denny mengaku sedikit terkejut ketika mendapati bahwa arah hujatan yang dilontarkan warganet tidak lagi berfokus pada substansi konten podcast atau posisinya dalam polemik tersebut, melainkan telah merambah ke ranah personal yang menyinggung latar belakang agama dan etnisnya. Menurutnya, kritik semacam ini sudah keluar jauh dari konteks persoalan yang sesungguhnya sedang dibahas, sehingga ia hanya bisa menanggapinya dengan tawa dan tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati. Sikap santai ini mencerminkan bagaimana Denny berupaya memisahkan antara kritik yang relevan dengan konten kerja jurnalistiknya dan serangan pribadi yang dinilainya tidak berdasar.

Denny menegaskan bahwa posisinya dalam podcast tersebut murni sebagai media atau wadah bagi narasumber untuk menyampaikan cerita dan pandangan masing-masing pihak, bukan sebagai pihak yang berpihak pada salah satu kubu. Ia menyadari bahwa setiap pernyataan yang muncul dalam sebuah tayangan pasti akan memunculkan beragam respons dari masyarakat, baik yang mendukung maupun menolak. "Tapi kan gua harus terus berjalan sebagaimana gua sebagai media aja. Gua tahu apapun yang gua katakan pasti ada yang nggak suka, ada yang suka dan itu konsekuensi yang harus gua terima," ujarnya, menegaskan sikap profesionalnya dalam menjalankan peran sebagai pewawancara di tengah situasi yang penuh tekanan publik.

Denny sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima kritik dari dua arah sekaligus, baik dari pendukung Ruben Onsu maupun pendukung Sarwendah, yang masing-masing menuding dirinya berpihak pada kubu lawan. Menurutnya, pihak yang membela Ruben Onsu menilai dirinya cenderung memihak Sarwendah karena dianggap kurang tajam dalam mengajukan pertanyaan, sementara pihak yang membela Sarwendah justru menilai sebaliknya, menganggap Denny terlalu banyak mengiyakan pernyataan kuasa hukum Ruben Onsu selama sesi podcast berlangsung. Kondisi saling silang kritik dari dua kubu yang berseberangan ini, menurut Denny, justru menjadi bukti bahwa dirinya berusaha bersikap netral dan berimbang dalam menyajikan sudut pandang kedua belah pihak.

Yang lebih memprihatinkan, dampak dari kontroversi podcast tersebut ternyata tidak hanya menyasar Denny Sumargo secara pribadi, melainkan turut merembet kepada keluarganya, termasuk istri dan anaknya. Denny mengungkapkan bahwa dirinya menemukan sejumlah akun media sosial yang melontarkan komentar tidak menyenangkan, bahkan cenderung menghina, terhadap anggota keluarganya yang sama sekali tidak terlibat langsung dalam polemik tersebut. "Ada beberapa akun sih. Kemudian akun itu menghina anak dan istriku," kata Denny Sumargo dalam kesempatan terpisah. Ia menyayangkan sikap sebagian warganet yang membawa persoalan pribadi keluarganya sampai menyerang pihak-pihak yang tidak memiliki kaitan langsung dengan isi podcast.

Menyikapi situasi tersebut, Denny berharap agar masyarakat dapat melihat persoalan yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu secara lebih proporsional dan bijaksana. Ia meminta publik untuk tidak terus memperkeruh keadaan dengan berbagai komentar maupun asumsi yang berlebihan, apalagi sampai menyeret pihak-pihak yang tidak terkait langsung dalam persoalan rumah tangga tersebut. Sikap ini menunjukkan bahwa Denny berusaha mengambil peran sebagai penengah yang berimbang, meski pada praktiknya ia justru menjadi sasaran kritik dari kedua belah pihak yang berseberangan pandangan.

Kasus yang dialami Denny Sumargo ini menjadi cerminan nyata bagaimana konten jurnalistik atau wawancara publik yang membahas isu sensitif seringkali membawa konsekuensi yang jauh lebih luas dari perkiraan awal, bahkan hingga menyentuh ranah personal seperti latar belakang agama dan etnis seseorang yang seharusnya tidak relevan dengan substansi permasalahan. Fenomena perundungan siber semacam ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat digital untuk lebih bijak dalam menyampaikan kritik, dengan tetap fokus pada substansi persoalan tanpa perlu menyerang identitas pribadi seseorang maupun keluarganya yang tidak terlibat langsung dalam isu yang sedang diperbincangkan.

Tag
Memuat tag...