Teddy Bantah Anggapan Sekolah Rakyat Tak Bermutu, 43 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Teddy Bantah Anggapan Sekolah Rakyat Tak Bermutu, 43 Ribu Anak Kembali Bersekolah
Nasional

Teddy Bantah Anggapan Sekolah Rakyat Tak Bermutu, 43 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Rizqi Akbar Sadly · 14 Agustus 2026 · 12.20 WIB · 2 dibaca

JAKARTA — Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menyoroti anggapan yang menyebut Sekolah Rakyat (SR) sebagai lembaga pendidikan yang tidak bermutu. Teddy menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi program yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Menurut Teddy, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan layanan pendidikan kepada siswa, tetapi juga menyediakan tempat tinggal karena menerapkan sistem berbasis asrama. Para siswa mendapatkan berbagai kebutuhan dasar selama mengikuti pendidikan, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga fasilitas penunjang kegiatan belajar.

Teddy mengatakan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat juga telah menunjukkan sejumlah capaian. Salah satunya terlihat dari prestasi siswa SRMA 26 Makassar yang berhasil meraih juara dalam sejumlah kompetisi tingkat nasional. Sebanyak tujuh siswa dari sekolah tersebut disebut berhasil membawa pulang prestasi dalam berbagai ajang yang diikuti.

Prestasi tersebut dinilai menjadi salah satu indikator bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki kesempatan untuk berkembang di luar kegiatan pembelajaran reguler. Dengan dukungan fasilitas pendidikan, pembinaan, serta kebutuhan dasar yang terpenuhi selama tinggal di asrama, para siswa diharapkan dapat mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Hingga Agustus 2026, lebih dari 43.000 anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, atau hidup di jalanan disebut telah kembali mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang sebelumnya berada di luar sistem pendidikan.

Pemerintah berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen untuk memutus persoalan keterbatasan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan konsep pendidikan berbasis asrama yang mengintegrasikan pembelajaran, kebutuhan dasar, kesehatan, dan fasilitas pendukung, program tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar dapat kembali bersekolah dan mengembangkan masa depan mereka.

Tag
Memuat tag...