Kopi Indonesia Tembus Pasar China dan Maroko, Ekspor 38,4 Ton Bernilai Rp3,7 Miliar Dilepas

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Kopi Indonesia Tembus Pasar China dan Maroko, Ekspor 38,4 Ton Bernilai Rp3,7 Miliar Dilepas
Nasional

Kopi Indonesia Tembus Pasar China dan Maroko, Ekspor 38,4 Ton Bernilai Rp3,7 Miliar Dilepas

Devi Sry Atmaja · 21 Juli 2026 · 14.36 WIB · 2 dibaca

Jakarta – Komoditas kopi Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Sebanyak dua kontainer kopi nasional resmi diekspor ke China dan Maroko dengan total volume mencapai 38,4 ton atau senilai 227.443,2 dolar Amerika Serikat. Ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar kopi Indonesia sekaligus memperkuat posisi komoditas unggulan nasional di tengah persaingan perdagangan global. Pengiriman dilakukan dengan membawa dua jenis kopi berbeda, yakni kopi Robusta Grade 2 untuk pasar Maroko dan kopi Arabica Semi Wash untuk pasar China.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya mengatakan, keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) yang berperan dalam menjaga kualitas komoditas sekaligus meningkatkan akses petani dan pelaku usaha terhadap pasar internasional. Menurut Tirta, SRG menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat daya saing produk nasional karena memungkinkan komoditas disimpan dengan standar tertentu sebelum dipasarkan.

"SRG dapat meningkatkan daya saing komoditas nasional, memperluas akses pasar global, serta mendukung peningkatan ekspor Indonesia," ujar Tirta.

Dari total dua kontainer yang dikirim, satu kontainer berisi kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton dengan nilai ekspor mencapai 71.040 dolar AS dan dikirim ke Maroko. Sementara satu kontainer lainnya membawa kopi Arabica Semi Wash sebanyak 19,2 ton senilai 156.403,2 dolar AS dengan tujuan China. Tidak berhenti pada pengiriman perdana tersebut, ekspor kopi Indonesia juga akan berlanjut. Tirta menyebut terdapat rencana pengiriman tambahan sebanyak delapan kontainer kopi Arabica Semi Wash dengan total volume mencapai 153,6 ton senilai 1.251.225,60 dolar AS menuju pasar China.

Seluruh komoditas kopi yang diekspor tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage. Menurut Tirta, penggunaan fasilitas SRG menjadi bukti bahwa kopi yang disimpan melalui mekanisme tersebut mampu mempertahankan mutu dan memenuhi standar pasar internasional. Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa kopi Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang di pasar dunia. Dengan kualitas yang terjaga, dukungan sistem penyimpanan modern, serta akses pasar yang semakin luas, komoditas kopi nasional diharapkan mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi pelaku usaha dan petani.

Tag
Memuat tag...