Prabowo Klaim Indonesia Kelola Bank Emas 153 Ton dalam Setahun, Nilainya Disebut Capai Rp300 Triliun

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Prabowo Klaim Indonesia Kelola Bank Emas 153 Ton dalam Setahun, Nilainya Disebut Capai Rp300 Triliun
Keuangan

Prabowo Klaim Indonesia Kelola Bank Emas 153 Ton dalam Setahun, Nilainya Disebut Capai Rp300 Triliun

Devi Sry Atmaja · 21 Juli 2026 · 14.35 WIB · 2 dibaca

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian pemerintah dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada Senin (20/7/2026). Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah klaim mengenai keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan bank emas atau bullion bank yang disebut telah mengelola hingga 153 ton emas dalam waktu satu tahun. Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan keberadaan bank emas menjadi salah satu pencapaian penting karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki sistem pengelolaan emas berbasis lembaga keuangan yang terintegrasi.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya Bank Emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas. Sudah mengelola dan 153 ton emas ini nilainya berapa, Pak Rosan? 20 miliar dolar," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Menurut Prabowo, pengelolaan emas dalam jumlah tersebut menunjukkan adanya potensi besar dari komoditas emas sebagai bagian dari penguatan sektor keuangan nasional. Ia menilai keberadaan bullion bank dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mengoptimalkan aset berbasis emas yang dimiliki Indonesia. Dengan nilai yang disebut mencapai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat, pengelolaan 153 ton emas tersebut menjadi salah satu angka yang mendapat perhatian dalam paparan capaian pemerintah. Prabowo menyampaikan bahwa pengembangan sektor ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Konsep bullion bank sendiri berkaitan dengan lembaga keuangan yang melakukan aktivitas berbasis emas, seperti penyimpanan, perdagangan, pembiayaan, hingga layanan keuangan yang menggunakan emas sebagai instrumen. Di sejumlah negara, sistem ini telah lama digunakan sebagai bagian dari ekosistem perdagangan emas global. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya nasional secara lebih optimal. Menurutnya, Indonesia memiliki berbagai aset strategis yang dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola dengan sistem yang baik dan transparan.

Pemerintah sebelumnya terus mendorong penguatan sektor ekonomi nasional, termasuk melalui pengelolaan sumber daya alam dan instrumen keuangan baru. Kehadiran bank emas menjadi salah satu langkah yang disebut dapat membuka peluang baru dalam industri keuangan berbasis komoditas. Meski demikian, perkembangan lebih lanjut mengenai mekanisme operasional, lembaga pengelola, serta dampak ekonomi dari pengelolaan bullion bank tersebut masih menjadi perhatian publik. Pemerintah diharapkan memberikan informasi lebih rinci mengenai manfaat dan strategi pengembangan bank emas tersebut ke depan.

Pernyataan Prabowo terkait capaian bank emas ini menjadi salah satu poin penting dalam evaluasi pemerintah selama masa kepemimpinannya dan menunjukkan arah kebijakan ekonomi yang menempatkan komoditas emas sebagai salah satu instrumen strategis nasional.

Tag
Memuat tag...