Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman Setelah Kericuhan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman Setelah Kericuhan
Nasional

Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman Setelah Kericuhan

Devi Sry Atmaja · 17 Agustus 2026 · 18.49 WIB · 3 dibaca

Banda Aceh — Prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan massa di tiang halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Penurunan bendera tersebut dilakukan setelah aparat TNI-Polri membubarkan dan memecah konsentrasi massa yang terlibat kericuhan. Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal menjelaskan bahwa kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar yang diikuti massa dari berbagai daerah awalnya berlangsung khidmat. Situasi berubah setelah diduga ada pihak yang memprovokasi massa dengan mengibarkan bendera bulan bintang.

Aparat TNI-Polri sempat melakukan pendekatan persuasif dan mengimbau massa agar tidak mengibarkan bendera bulan bintang serta tetap menjaga ketertiban. Namun, imbauan tersebut ditolak. Akibatnya, terjadi aksi saling dorong antara sebagian massa dan aparat keamanan. Selain mengibarkan bendera bulan bintang, massa juga menurunkan bendera Merah Putih dari tiang di halaman masjid dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Sejumlah bendera Merah Putih yang terpasang di sekitar masjid juga dicopot oleh massa. Menyikapi situasi yang semakin memanas dan dinilai telah mengarah pada tindakan anarkis, tim gabungan TNI-Polri mengambil langkah tegas dan terukur untuk membubarkan massa. Massa kemudian mundur ke sejumlah lokasi di sekitar kawasan masjid.

Setelah berhasil memecah konsentrasi massa, aparat TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan menghormati simbol negara. “Setelah memecah konsentrasi massa, aparat TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban,” jelas Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal.

Kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar yang semula diharapkan berlangsung damai berakhir dengan kericuhan. Pihak berwenang menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum serta menghormati simbol-simbol negara dalam setiap kegiatan di ruang publik. Hingga saat ini, situasi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman kembali terkendali. Aparat terus memantau kondisi keamanan di lokasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Tag
Memuat tag...