Singapura Berikan BLT hingga Rp11,88 Juta per Warga, Lansia Dapat Tambahan MediSave

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Singapura Berikan BLT hingga Rp11,88 Juta per Warga, Lansia Dapat Tambahan MediSave
Berita International

Singapura Berikan BLT hingga Rp11,88 Juta per Warga, Lansia Dapat Tambahan MediSave

Devi Sry Atmaja · 11 Juli 2026 · 18.08 WIB · 2 dibaca

Singapura – Pemerintah Singapura kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Pemerintah kota-negara tersebut akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sekitar 1,5 juta warga dengan nominal hingga SGD 850 atau setara Rp11,88 juta (kurs Rp13.983 per SGD). Bantuan ini disalurkan melalui skema The Goods and Services Tax Voucher (GSTV). Selain itu, pemerintah juga menyediakan tambahan dana MediSave hingga SGD 450 (sekitar Rp6,29 juta) untuk 710 ribu lansia yang akan dikreditkan pada Agustus mendatang. Pengumuman ini disampaikan Kementerian Keuangan Singapura pada Rabu (9/7/2026). Besaran bantuan yang diterima setiap warga ditentukan berdasarkan pendapatan kena pajak tahun penilaian 2025 serta nilai tahunan hunian (Annual Value) tempat tinggal mereka.

Bagi kelompok lansia, besaran tambahan dana MediSave bervariasi antara SGD 150 hingga SGD 450, tergantung usia dan nilai hunian. Dana tersebut akan secara otomatis dikreditkan ke akun MediSave Central Provident Fund (CPF) masing-masing penerima.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Singapura untuk membantu warga menghadapi kenaikan biaya hidup, khususnya biaya kesehatan bagi lansia dan pajak barang serta jasa (GST) yang sempat dinaikkan.

Langkah pemerintah Singapura ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga mengapresiasi kebijakan yang dinilai tepat sasaran dan transparan dalam penyalurannya. Program seperti GST Voucher dan tambahan MediSave ini sangat membantu, terutama bagi keluarga menengah ke bawah dan lansia yang rentan terhadap inflasi. Dengan skema ini, Singapura kembali menegaskan pendekatan kesejahteraan yang berbasis pada kebutuhan individu, bukan bantuan universal tanpa syarat. Pemerintah juga berharap bantuan ini dapat mendorong konsumsi domestik sekaligus meringankan beban kesehatan jangka panjang.

Tag
Memuat tag...