Sopir Alphard Ngamuk Hantam Motor Ojol Pakai Batu di Bintaro, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
JAKARTA — Video yang memperlihatkan seorang pengemudi Toyota Alphard mengamuk dan merusak sepeda motor milik pengemudi ojek online (ojol) menggunakan batu viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan RC Veteran Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut menarik perhatian warga karena berlangsung di tengah jalan dan sempat mengganggu ketertiban umum.
Peristiwa bermula ketika sepeda motor yang dikendarai seorang pengemudi ojol tidak sengaja menyenggol kaca spion mobil Toyota Alphard. Setelah kejadian tersebut, pengemudi ojol memilih berhenti. Ia kemudian menghampiri pengemudi Alphard untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi. Namun, situasi justru memanas. Pengemudi Alphard keluar dari mobil dalam kondisi emosi. Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat mengambil batu bata dan kemudian menghantam sepeda motor milik pengemudi ojol. Aksi tersebut direkam oleh warga dan kemudian tersebar di media sosial.
Polisi langsung merespons kejadian tersebut setelah mendapatkan informasi mengenai keributan di lokasi. Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah mengatakan persoalan tersebut bukan hanya berdampak kepada dua pihak yang terlibat. Menurutnya, aksi tersebut berlangsung di ruang publik sehingga menarik perhatian masyarakat dan berpotensi mengganggu ketertiban.
“Kan bukan perkara si korban dengan si pelaku (saja), tapi kan banyak warga melihat yang akhirnya jadi mengganggu ketertiban umum,” kata Seala, Selasa (18/8). Polisi kemudian menangani persoalan tersebut dan memediasi kedua pihak.
Setelah dilakukan penanganan, pengemudi Alphard dan pengemudi ojol akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Kedua belah pihak sepakat tidak memperpanjang persoalan yang terjadi. Meski demikian, peristiwa tersebut menjadi perhatian karena persoalan yang bermula dari insiden kecil di jalan dapat berkembang menjadi aksi perusakan kendaraan. Polisi mengingatkan masyarakat agar menyelesaikan perselisihan di jalan dengan kepala dingin dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan orang lain maupun mengganggu ketertiban umum. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya mengutamakan komunikasi ketika terjadi kecelakaan atau senggolan kendaraan di jalan, sehingga persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.