Sulawesi Tengah Dilanda Bencana Ganda: Banjir Bandang Terjang Permukiman, Kebakaran Meluas di Tengah Kekeringan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Sulawesi Tengah Dilanda Bencana Ganda: Banjir Bandang Terjang Permukiman, Kebakaran Meluas di Tengah Kekeringan
Nasional

Sulawesi Tengah Dilanda Bencana Ganda: Banjir Bandang Terjang Permukiman, Kebakaran Meluas di Tengah Kekeringan

Fazlur Rahman · 26 Agustus 2026 · 22.58 WIB · 4 dibaca

Sulawesi Tengah menghadapi situasi cuaca ekstrem yang berlawanan dalam waktu bersamaan. Ketika sejumlah wilayah dilanda kekeringan ekstrem, hujan deras justru memicu banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong. Pada saat yang sama, kebakaran juga meluas di sejumlah lahan di wilayah Sulawesi Tengah.

Hingga Rabu (26/8/2026) pagi, dampak banjir bandang masih dirasakan warga Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong. Sebanyak 55 rumah dilaporkan terdampak terjangan banjir yang membawa material lumpur serta batang dan ranting pohon.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Mohammad Rivai mengatakan lebih dari 200 warga terdampak akibat kejadian tersebut. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga dan kerugian yang ditimbulkan.

“Lebih dari 200 jiwa terdampak banjir bandang ini. Kami sedang mendata secara pasti dan menangani dampak di lapangan,” kata Rivai, Rabu.

Banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (25/8/2026) malam. Intensitas hujan meningkat sekitar pukul 23.00 Wita hingga lewat tengah malam.

Hujan deras menyebabkan debit Sungai Avolua meningkat hingga akhirnya meluap. Air sungai membawa lumpur, batang pohon, dan ranting yang kemudian menerjang permukiman warga. Material tersebut membuat dampak banjir menjadi lebih besar dibandingkan genangan biasa.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai harus menghadapi kondisi darurat ketika air mulai memasuki permukiman. Sejumlah rumah mengalami kerusakan, sementara aktivitas masyarakat terganggu akibat lumpur dan material yang terbawa arus.

BPBD bersama unsur terkait kemudian melakukan penanganan di lokasi. Pendataan terhadap warga terdampak menjadi salah satu prioritas untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi dan kondisi pascabencana dapat ditangani.

Fenomena tersebut menjadi kontras dengan kondisi sejumlah wilayah lain di Sulawesi Tengah yang justru mengalami kekeringan dan kebakaran lahan. Cuaca yang sangat kering membuat lahan lebih mudah terbakar, sementara hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Kondisi ini menunjukkan tantangan kebencanaan yang semakin kompleks. Masyarakat di satu wilayah dapat menghadapi kekurangan air dan ancaman kebakaran, sementara wilayah lain dalam provinsi yang sama harus menghadapi banjir akibat hujan deras.

Kebakaran lahan juga menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Lahan yang mengering akibat minimnya curah hujan menjadi lebih mudah terbakar, terutama apabila terdapat sumber api dari aktivitas manusia. Ketika kebakaran meluas, dampaknya tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga dapat mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, hujan ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba tetap memiliki risiko tersendiri. Tanah yang kering tidak selalu mampu menyerap air dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan limpasan permukaan dan memperbesar potensi banjir ketika sungai tidak mampu menampung debit air.

Situasi di Parigi Moutong menjadi gambaran bagaimana masyarakat harus menghadapi dua jenis ancaman bencana yang berbeda dalam periode yang berdekatan. Penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu jenis bencana, tetapi membutuhkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi cuaca yang cepat.

Pemerintah daerah perlu memastikan sistem peringatan dini dan respons kebencanaan berjalan efektif, terutama di kawasan permukiman yang berada di sekitar sungai. Informasi mengenai perubahan cuaca dan potensi peningkatan debit sungai menjadi penting agar masyarakat dapat melakukan evakuasi lebih awal apabila kondisi memburuk.

Pada saat yang sama, pencegahan kebakaran lahan harus terus diperkuat di wilayah yang mengalami kekeringan. Pengawasan titik rawan kebakaran, kesiapan personel, serta koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Bagi warga yang terdampak banjir bandang, pemulihan juga menjadi tantangan berikutnya. Rumah yang rusak, lumpur yang memenuhi lingkungan permukiman, serta hilangnya sebagian harta benda dapat mengganggu kehidupan masyarakat dalam waktu yang tidak singkat.

Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga menjadi dasar penting untuk menentukan langkah pemulihan. Selain bantuan darurat, pemerintah juga perlu memastikan fasilitas umum dan lingkungan permukiman dapat segera dibersihkan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan.

Cuaca ekstrem yang terjadi di Sulawesi Tengah memperlihatkan bahwa risiko bencana dapat muncul dalam bentuk yang berbeda secara bersamaan. Kekeringan, kebakaran lahan, hujan deras, dan banjir bandang merupakan rangkaian ancaman yang membutuhkan kesiapsiagaan menyeluruh.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan potensi bencana di lingkungan masing-masing. Pemerintah daerah bersama lembaga terkait juga perlu memperkuat pemantauan agar setiap perubahan kondisi dapat segera direspons.

Banjir bandang yang menerjang Desa Avolua menjadi pengingat bahwa di tengah kekeringan ekstrem, hujan deras tetap dapat datang dengan cepat dan membawa ancaman baru. Sementara itu, kebakaran lahan menunjukkan bahwa periode kering juga memiliki risiko serius yang tidak dapat diabaikan.

Sulawesi Tengah kini menghadapi tantangan ganda. Ketika sebagian wilayah membutuhkan hujan untuk mengakhiri kekeringan, wilayah lain justru harus menghadapi dampak hujan ekstrem. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca yang semakin sulit diprediksi serta penanganan bencana yang cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Tag
Memuat tag...