Viral di Stasiun Manggarai, Pria Ditegur Ibu gegara Dianggap Salah Jalur di Tangga KRL

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Viral di Stasiun Manggarai, Pria Ditegur Ibu gegara Dianggap Salah Jalur di Tangga KRL
Nasional

Viral di Stasiun Manggarai, Pria Ditegur Ibu gegara Dianggap Salah Jalur di Tangga KRL

Fazlur Rahman · 26 Agustus 2026 · 23.33 WIB · 5 dibaca

Aktivitas penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta, kembali menjadi sorotan setelah sebuah momen sederhana di area tangga stasiun ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pria yang hendak menuju peron untuk menaiki KRL terlihat menggunakan sisi kiri tangga, sementara penumpang yang turun berjalan melalui sisi kanan.

Situasi tersebut sebenarnya berlangsung seperti aktivitas penumpang pada umumnya. Namun, seorang ibu yang berada di sekitar lokasi justru menegur pria tersebut karena menganggap ia berjalan di sisi yang keliru.

Teguran itu kemudian menarik perhatian karena berkaitan dengan kebiasaan penumpang dalam menggunakan jalur tangga di area stasiun. Dalam kondisi stasiun yang padat, pembagian jalur antara penumpang yang naik dan turun memang menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran arus pergerakan orang.

Momen tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan aturan penggunaan sisi tangga di stasiun, sementara lainnya menilai kejadian tersebut sebagai gambaran kecil dari dinamika kehidupan penumpang transportasi umum.

Stasiun Manggarai sendiri merupakan salah satu simpul transportasi penting di Jakarta dengan aktivitas penumpang yang sangat tinggi. Pergerakan orang di area tangga, eskalator, peron, maupun akses keluar-masuk stasiun berlangsung hampir sepanjang hari.

Dalam situasi ramai, keteraturan menjadi hal penting agar arus penumpang tidak saling bertabrakan. Pengguna transportasi umum juga dituntut untuk memperhatikan kondisi sekitar dan mengikuti petunjuk maupun arahan petugas apabila tersedia.

Perbedaan pemahaman mengenai jalur berjalan dapat terjadi, terutama ketika penumpang memiliki kebiasaan yang berbeda. Karena itu, komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai diperlukan agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik.

Momen teguran di Stasiun Manggarai tersebut pada akhirnya menjadi perhatian bukan karena adanya kejadian besar, melainkan karena memperlihatkan bagaimana aturan dan kebiasaan sederhana dalam menggunakan fasilitas publik dapat memicu perdebatan.

Peristiwa itu juga menjadi pengingat bahwa etika menggunakan transportasi umum tidak hanya berkaitan dengan kecepatan mencapai tujuan. Memberikan ruang bagi penumpang lain, menjaga jalur tetap lancar, serta menghormati sesama pengguna menjadi bagian penting dari kenyamanan bersama.

Di tengah padatnya aktivitas transportasi publik Jakarta, kejadian kecil seperti ini mudah menjadi perhatian ketika terekam kamera dan menyebar luas di media sosial. Perbedaan sudut pandang antara penumpang pun dapat dengan cepat berubah menjadi bahan perbincangan publik.

Terlepas dari siapa yang benar atau salah dalam momen tersebut, penggunaan fasilitas umum membutuhkan kesadaran bersama. Ketertiban tidak hanya bergantung pada aturan tertulis, tetapi juga pada kesediaan setiap penumpang untuk saling menghormati dan menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.

Tag
Memuat tag...