Terungkap di Sidang, Perwira TNI AL Beli Sabu 3 Kali dari Rekannya, Dikirim Pakai Pesawat Militer

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Terungkap di Sidang, Perwira TNI AL Beli Sabu 3 Kali dari Rekannya, Dikirim Pakai Pesawat Militer
Nasional

Terungkap di Sidang, Perwira TNI AL Beli Sabu 3 Kali dari Rekannya, Dikirim Pakai Pesawat Militer

Rizqi Akbar Sadly · 11 Agustus 2026 · 12.53 WIB · 3 dibaca

Sidang kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat Mayor Laut Faisal Mulia di Pengadilan Militer Tinggi I Medan kembali mengungkap fakta mengejutkan. Kapten Laut I Made Surya mengakui bahwa dirinya sudah tiga kali membeli narkotika jenis sabu dari Faisal, yang dikirimkan melalui pesawat TNI Angkatan Laut (AL). Pengakuan tersebut disampaikan Surya saat menjadi saksi secara daring dalam persidangan yang digelar Senin (10/8/2026).

"Seingat kami, ketika terdakwa di Tanjung Pinang, kami beli tiga kali," ujar Surya saat menjawab pertanyaan majelis hakim di ruang sidang. Pengakuan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa transaksi narkoba antara Surya dan Faisal telah berlangsung berulang kali, bukan hanya sekali kejadian, dengan memanfaatkan jalur pengiriman resmi milik institusi militer untuk menyelundupkan barang haram tersebut.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Surya mengungkapkan bahwa sabu yang dibelinya dari Faisal dikirim menggunakan pesawat TNI, sebuah modus yang cukup mengejutkan mengingat jalur tersebut semestinya digunakan untuk keperluan dinas dan operasional militer, bukan untuk peredaran barang terlarang. Fakta ini menambah daftar panjang penyalahgunaan fasilitas negara oleh oknum prajurit demi kepentingan pribadi yang melanggar hukum.

Lebih lanjut, untuk mengambil paket berisi sabu tersebut di Lanudal Juanda, Faisal disebut beberapa kali meminta bantuan seorang prajurit bernama Annas. Namun, ketika turut dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan, Annas menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui isi paket yang diambilnya atas permintaan Faisal tersebut. Keterangan ini menjadi penting bagi majelis hakim untuk memetakan sejauh mana keterlibatan pihak-pihak lain dalam rantai peredaran narkoba yang melibatkan oknum anggota TNI AL ini.

Kasus ini menjadi sorotan serius mengingat pelaku utama merupakan seorang perwira aktif TNI AL yang semestinya menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, namun justru terlibat dalam jaringan peredaran narkotika dengan memanfaatkan fasilitas dan kewenangan yang dimilikinya. Sidang lanjutan kasus ini akan terus berlanjut guna mengungkap secara menyeluruh jaringan serta pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam praktik penyalahgunaan narkoba di lingkungan militer tersebut.

Otoritas militer diharapkan dapat memberikan sanksi tegas terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam kasus ini, sekaligus memperketat pengawasan terhadap penggunaan fasilitas dan jalur pengiriman resmi TNI AL agar tidak lagi disalahgunakan untuk tindak kejahatan serupa di masa mendatang. Kasus ini turut menjadi pengingat pentingnya integritas dan disiplin bagi setiap prajurit TNI dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

Tag
Memuat tag...