Turis Taiwan Diduga Dilecehkan Saat Bikin Konten di Lovina Bali, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Turis Taiwan Diduga Dilecehkan Saat Bikin Konten di Lovina Bali, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan
Nasional

Turis Taiwan Diduga Dilecehkan Saat Bikin Konten di Lovina Bali, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan

Rizqi Akbar Sadly · 14 Agustus 2026 · 12.13 WIB · 2 dibaca

Seorang wisatawan mancanegara asal Taiwan diduga mengalami tindakan tidak pantas saat tengah membuat konten di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Video pengalaman tak menyenangkan yang dialami turis tersebut kemudian viral di media sosial setelah diunggah melalui akun Instagram @aurosa_a, hingga akhirnya memicu perhatian serius dari pihak kepolisian setempat. Peristiwa ini bermula pada Sabtu (8/8/2026) pagi, ketika turis Taiwan tersebut tengah merekam konten outfit of the day (OOTD) di pinggir jalan kawasan wisata Lovina, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara di Bali bagian utara.

Berdasarkan kronologi yang beredar, saat korban sedang merekam konten tersebut, seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya tiba-tiba menghampiri dan mengajaknya berjabat tangan sambil menyampaikan harapan agar liburannya berjalan menyenangkan. Namun, di balik sapaan yang tampak ramah tersebut, korban mengaku mengalami perlakuan yang membuatnya merasa tidak nyaman hingga menangis, bahkan mengaku sempat mengalami trauma pascakejadian tersebut. Unggahan yang menceritakan pengalaman tak menyenangkan itu pun dengan cepat menyebar luas dan menarik perhatian publik, khususnya menyangkut isu keamanan dan kenyamanan wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, turun langsung melakukan penelusuran guna mengungkap identitas pelaku sekaligus memastikan duduk perkara yang sebenarnya. Polres Buleleng juga secara khusus berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi langsung dengan korban demi melakukan investigasi menyeluruh terkait kejadian tersebut. "Kami telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini," kata Ruzi Gusman, Rabu (12/8/2026). Langkah koordinasi lintas negara ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menangani kasus yang melibatkan warga negara asing tersebut.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan bersama aparatur Desa Kalibukbuk, polisi akhirnya menemukan sosok pria berinisial WS alias Nane (68), warga setempat yang diduga merupakan pelaku dalam peristiwa tersebut. Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif oleh pihak kepolisian bersama aparatur desa, WS mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya. Ia kemudian menyatakan kesediaannya untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari, dengan pernyataan tersebut dituangkan secara resmi dalam sebuah surat pernyataan yang telah dibubuhi tanda tangan oleh yang bersangkutan sebagai bentuk komitmen tertulis.

Kepala Desa Kalibukbuk, I Ketut Suka, membenarkan bahwa pihak desa turut memanggil WS bersama keluarganya guna menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan sekaligus memberikan pembinaan tegas. "Kami sudah bina, bahkan kita ancam kalau lagi-lagi berulah seperti ini, akan kita ambil tindakan tegas," ujar Suka. Ia menambahkan bahwa pihak keluarga WS juga diminta untuk turut serta mengawasi perilaku yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari, mengingat kasus ini telah menjadi sorotan luas dan berpotensi berdampak pada citra pariwisata di kawasan Lovina.

Kapolres Buleleng menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, mengingat kaitannya yang erat dengan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bali, khususnya di kawasan Lovina yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Buleleng. "Sangat disayangkan sekali, ini merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina," tegas Ruzi Gusman. Pernyataan ini menegaskan komitmen kepolisian untuk tidak menoleransi tindakan yang dapat merusak reputasi Bali sebagai destinasi wisata yang ramah dan aman bagi wisatawan mancanegara.

Polres Buleleng turut menegaskan bahwa keseluruhan proses penanganan kasus ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap informasi yang berkembang di masyarakat, sekaligus sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban di kawasan wisata Lovina secara berkelanjutan. Langkah koordinasi dengan otoritas kepolisian Taiwan turut menjadi bukti nyata bahwa penanganan kasus yang melibatkan warga negara asing memerlukan pendekatan lintas yurisdiksi, guna memastikan proses klarifikasi dan investigasi dapat berjalan secara transparan serta memberikan rasa keadilan bagi korban yang berasal dari negara lain.

Kasus ini pun menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali, khususnya di kawasan-kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan asing, untuk terus memperkuat pengawasan dan edukasi kepada masyarakat lokal mengenai pentingnya menjaga sikap sopan santun serta menghormati kenyamanan setiap pengunjung. Ke depan, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat setempat diharapkan dapat terus diperkuat guna mencegah terulangnya insiden serupa, sekaligus menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata internasional yang aman, ramah, dan nyaman bagi seluruh wisatawan yang berkunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Tag
Memuat tag...