Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Basarnas Perbarui Data

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Basarnas Perbarui Data
Nasional

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Basarnas Perbarui Data

Devi Sry Atmaja · 20 Agustus 2026 · 18.21 WIB · 3 dibaca

JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperbarui data korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 51 orang.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan, angka tersebut bertambah dari data sebelumnya yang mencatat 48 orang meninggal dunia. Penambahan tiga korban ditemukan di wilayah Manggarai Timur. Sementara di kawasan Manggarai atau Reo, jumlah korban jiwa naik satu orang, dari 23 menjadi 24 orang.

“Kami terus melakukan pemutakhiran data. Tiga korban tambahan ditemukan di Manggarai Timur, dan satu orang lagi di wilayah Manggarai,” ujar Syafii.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB dengan pusat di wilayah Nagekeo, NTT. Guncangan kuat tersebut juga memicu tsunami dengan ketinggian maksimum 0,94 meter yang terdeteksi di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Dampak gempa terasa cukup luas. Sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, termasuk RSUD Komodo dan RSUD Ruteng. Akibatnya, sejumlah pasien harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Selain fasilitas kesehatan, kerusakan juga terjadi pada rumah warga, pelabuhan, serta akses jalan di beberapa kabupaten di NTT.

Tim pencarian dan pertolongan masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal, sekaligus membantu evakuasi dan penanganan warga yang terdampak. Pemutakhiran data korban dipastikan akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan operasi di lapangan.

Gempa magnitudo 7,7 ini menjadi salah satu peristiwa kebencanaan signifikan yang menimpa wilayah Indonesia bagian timur. Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan darurat, pemulihan fasilitas publik, serta bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun terdampak secara langsung.

Tag
Memuat tag...