Sejumlah Gereja di Flores Gelar Misa Minggu di Luar Ruangan Antisipasi Gempa Susulan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Sejumlah Gereja di Flores Gelar Misa Minggu di Luar Ruangan Antisipasi Gempa Susulan
Nasional

Sejumlah Gereja di Flores Gelar Misa Minggu di Luar Ruangan Antisipasi Gempa Susulan

Devi Sry Atmaja · 20 Agustus 2026 · 18.23 WIB · 7 dibaca

Labuan Bajo, NTT — Sejumlah gereja di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar misa Hari Minggu di luar ruangan. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan setelah gempa magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Meskipun kondisi bangunan gereja masih utuh, pihak gereja memilih melaksanakan ibadah di tempat terbuka demi mengutamakan keselamatan umat. Langkah ini diambil mengingat gempa susulan masih terus terjadi dan struktur bangunan dinilai rentan terhadap guncangan lanjutan.

Salah satu gereja yang melaksanakan ibadat di luar ruangan adalah Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Waeksambi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Pastor Paroki MBSB Waeksambi, Romo Dominikus Risno Maden, menjelaskan alasan keputusan tersebut. “Karena kondisi pasca gempa kemarin belum benar-benar kondusif,” kata Romo Risno pada Minggu (16/8/2026).

Ia menambahkan bahwa struktur bangunan gereja yang bertingkat dua menjadi pertimbangan utama. “Apalagi struktur bangunan Gereja Paroki Wae Sambi bertingkat,” ujarnya.

Ibadat Hari Minggu di Gereja Paroki MBSB Waeksambi dilaksanakan di pelataran depan Patung Bunda Maria, yang terletak di sisi barat gereja. Pagi itu, ratusan umat Katolik terlihat mengikuti misa di ruang terbuka tersebut dengan khidmat.

Gereja di Kisol, Kabupaten Manggarai Timur, juga melakukan langkah yang sama. Misa digelar di luar ruangan sebagai bentuk kehati-hatian terhadap risiko gempa susulan yang masih berlangsung. Keputusan para pastor dan pengurus gereja ini mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan umat di tengah situasi pascabencana. Meski harus beribadah di tempat terbuka, semangat keimanan umat tetap tinggi. Mereka hadir dengan membawa kursi atau berdiri mengikuti rangkaian misa.

Gempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu pagi menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Flores dan memaksa ribuan warga mengungsi. Gempa susulan masih terus tercatat, sehingga banyak pihak, termasuk lembaga keagamaan, mengambil langkah antisipatif. Dengan menggelar misa di luar ruangan, pihak gereja berharap dapat memberikan rasa aman bagi umat sambil tetap menjalankan kewajiban ibadah. Langkah ini juga menjadi contoh bagaimana komunitas agama beradaptasi di tengah ancaman bencana alam.

Hingga saat ini, situasi di kawasan Flores masih dalam tahap pemulihan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah serta petugas terkait.

Tag
Memuat tag...