Pariwisata NTT Mulai Bangkit Pascagempa, 308 Kapal Wisata Kembali Berlayar dari Labuan Bajo
LABUAN BAJO — Sektor pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah destinasi wisata dan akses transportasi perlahan kembali beroperasi. Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo hingga kawasan Taman Nasional Komodo juga mulai berjalan setelah akses pelayaran dibuka kembali. Meski demikian, proses pendataan terhadap dampak dan kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
Salah satu indikator pemulihan terlihat dari aktivitas di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menyatakan kegiatan pelayaran di kawasan tersebut telah kembali berlangsung normal. Aktivitas pelabuhan dilaporkan berjalan lancar, aman, dan kondusif setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian akibat kondisi pascagempa. Kembali beroperasinya pelabuhan menjadi kabar positif bagi sektor pariwisata NTT. Pasalnya, Labuan Bajo merupakan salah satu pintu utama menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut, termasuk Taman Nasional Komodo.
Geliat pariwisata terlihat dari jumlah kapal wisata yang kembali beroperasi. Pada Minggu (16/8/2026), sebanyak 308 kapal wisata tercatat berangkat dari kawasan Labuan Bajo. Kapal-kapal tersebut membawa total 3.651 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 811 merupakan wisatawan domestik, sedangkan 2.840 lainnya merupakan wisatawan mancanegara. Data tersebut menunjukkan aktivitas wisata mulai kembali bergerak hanya sehari setelah gempa mengguncang wilayah NTT. Kembalinya wisatawan juga menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha pariwisata yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas kunjungan wisatawan.
Selain aktivitas pelabuhan, akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo juga telah dibuka kembali. Setelah akses tersebut kembali tersedia, aktivitas wisatawan di kawasan konservasi itu terpantau berjalan normal. Taman Nasional Komodo selama ini menjadi salah satu destinasi wisata utama NTT dan daya tarik internasional Labuan Bajo. Kembali beroperasinya kawasan wisata tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan sektor pariwisata setelah bencana. Wisatawan yang hendak mengunjungi kawasan tersebut kini kembali dapat menggunakan jalur pelayaran dengan tetap mengikuti ketentuan keselamatan dan arahan petugas di lapangan.
Meski aktivitas pariwisata mulai pulih, pemerintah dan instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan fasilitas pariwisata, pelabuhan, jalur transportasi, serta berbagai infrastruktur pendukung dalam kondisi aman. Pemulihan aktivitas tidak berarti seluruh dampak gempa telah selesai ditangani. Pemeriksaan terhadap fasilitas dan infrastruktur tetap diperlukan untuk mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan wisatawan maupun pekerja sektor pariwisata. Oleh Karena itu, pembukaan kembali destinasi dan jalur transportasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.
Kembali bergeraknya sektor pariwisata menjadi angin segar bagi masyarakat NTT, khususnya pelaku usaha di Labuan Bajo dan kawasan sekitarnya. Mulai beroperasinya kapal wisata berarti aktivitas ekonomi ikut bergerak. Pelaku usaha kapal, pemandu wisata, penginapan, restoran, transportasi, hingga usaha kecil yang melayani wisatawan kembali memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Di tengah proses pemulihan pascabencana, aktivitas wisata yang kembali berjalan juga menjadi salah satu tanda bahwa NTT mulai bangkit. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah dan pengelola destinasi perlu memastikan seluruh fasilitas yang digunakan wisatawan benar-benar aman serta terus memantau perkembangan kondisi seismik di wilayah tersebut. Dengan akses pelayaran yang telah dibuka dan aktivitas wisata yang mulai normal, Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo perlahan kembali menjadi pusat aktivitas pariwisata NTT. Pemulihan tersebut diharapkan terus berlanjut sehingga sektor pariwisata dapat kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus membantu masyarakat terdampak bangkit setelah gempa.