61 Mahasiswa KKN UMY di NTT Dipastikan Selamat Pascagempa, Turut Bantu Warga di Pengungsian

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
61 Mahasiswa KKN UMY di NTT Dipastikan Selamat Pascagempa, Turut Bantu Warga di Pengungsian
Nasional

61 Mahasiswa KKN UMY di NTT Dipastikan Selamat Pascagempa, Turut Bantu Warga di Pengungsian

Devi Sry Atmaja · 20 Agustus 2026 · 18.23 WIB · 3 dibaca

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memastikan seluruh 61 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi selamat setelah gempa bumi kuat mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Para mahasiswa tidak hanya selamat, tetapi juga aktif membantu masyarakat setempat di lokasi pengungsian. Sebanyak 61 mahasiswa tersebut terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, Gema Pelita Nusantara (GPN), beranggotakan 26 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Sementara kelompok kedua, Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA), beranggotakan 35 mahasiswa yang bertugas di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Kelompok GPN menceritakan bahwa mereka sempat mengungsi bersama masyarakat setempat ke posko pengungsian di bukit setelah gempa terjadi dan adanya peringatan dini ancaman tsunami. Di lokasi pengungsian, mahasiswa dan warga saling bahu-membahu menghadapi situasi darurat. “Kami dan masyarakat juga saling membantu memasang tenda dan membuat dapur umum untuk seluruh warga agar bisa memasak dan makan di malam harinya,” tulis akun Instagram resmi @gemapelita.nusantara saat dihubungi pada Minggu (16/8/2026).

Sementara itu, kelompok PENA XI menyatakan bahwa posko utama mereka berada di lokasi yang relatif aman. Namun, mereka mengakui keterbatasan logistik yang dihadapi bersama warga.

“Hanya saja logistik kami dan warga terbatas, seperti obat-obatan, air bersih, dan makanan. Gempa susulan masih terus berlangsung,” ujar akun @pena.nusantara pada Minggu pagi.

Proses evakuasi dilakukan dengan memprioritaskan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak. Saat ini, seluruh mahasiswa bersama warga setempat menempati tenda pengungsian di area perbukitan dengan pendampingan dari dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing.

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UMY, melalui Al Afik, menegaskan bahwa pihak universitas terus memantau situasi di lapangan secara intensif. Universitas telah menginstruksikan seluruh dosen pembimbing lapangan untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi mahasiswa dan masyarakat di lokasi KKN. Selain memastikan keselamatan mahasiswa, UMY juga bergerak cepat menyalurkan bantuan. Universitas memberikan bantuan awal sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing lokasi KKN. Bantuan lanjutan berupa 100 paket family kit dan 20 unit tenda penampungan juga disiapkan dan dijadwalkan dikirim melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.

Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Prof. Dyah Mutiarin, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan tim di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi mahasiswa maupun masyarakat terdampak. “Alhamdulillah, seluruh mahasiswa KKN UMY dalam kondisi aman. Kami terus melakukan komunikasi dengan tim di lapangan,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa KKN UMY di tengah masyarakat NTT yang sedang dilanda bencana menjadi bukti nyata semangat pengabdian. Di tengah keterbatasan dan ancaman gempa susulan, mereka tetap berusaha memberikan kontribusi nyata, mulai dari membantu mendirikan tenda, mengelola dapur umum, hingga mendampingi warga di pengungsian. Situasi di wilayah terdampak masih dalam tahap pemulihan. Gempa susulan masih terus terjadi, dan kebutuhan logistik mendesak masih tinggi. UMY berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan dukungan kepada mahasiswa serta masyarakat di lokasi KKN hingga kondisi kembali aman dan stabil.

Tag
Memuat tag...