Balita 4 Tahun Meninggal Dunia Setelah Terjebak Hampir Empat Jam di Lubang Proyek Manggarai, Tebet

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Balita 4 Tahun Meninggal Dunia Setelah Terjebak Hampir Empat Jam di Lubang Proyek Manggarai, Tebet
Nasional

Balita 4 Tahun Meninggal Dunia Setelah Terjebak Hampir Empat Jam di Lubang Proyek Manggarai, Tebet

Devi Sry Atmaja · 29 Juni 2026 · 23.54 WIB · 2 dibaca

Jakarta – Sebuah tragedi yang sangat menyayat hati menimpa keluarga di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Seorang balita berinisial I (4 tahun) meninggal dunia setelah terjebak di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi selama hampir empat jam. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu malam (27/6/2026) dan menjadi sorotan publik karena menyoroti pentingnya keselamatan di area proyek konstruksi.

Kejadian bermula sekitar pukul 23.40 WIB ketika korban sedang bermain bersama teman-temannya di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II. Tanpa disadari, balita tersebut terjatuh ke dalam lubang berdiameter sekitar 30 x 30 sentimeter dengan kedalaman 3,5 hingga 4 meter. Lubang tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan lapangan multifungsi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan memakan waktu yang cukup lama. Petugas gabungan dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Polsek Tebet, dan tim SAR berupaya keras mengevakuasi korban. Awalnya, evakuasi dilakukan secara manual dengan menurunkan petugas bertubuh kecil ke dalam lubang. Karena lubang yang sempit dan dalam, petugas kemudian mengerahkan dua unit ekskavator untuk melakukan penggalian secara hati-hati agar tidak terjadi longsor yang bisa membahayakan nyawa korban. Setelah hampir empat jam berjuang, korban berhasil dievakuasi pada pukul 03.55 WIB dalam kondisi masih hidup dan masih bernapas.

Kepala Sektor Tebet Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Kusnanto, menegaskan bahwa saat dievakuasi, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujar Kusnanto. Korban sempat dilarikan ke RSCM untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Tragedi ini kembali menyoroti risiko keselamatan di sekitar area proyek yang sering kali berada di tengah pemukiman warga. Hingga saat ini, penyebab pasti korban bisa terjatuh ke dalam lubang serta tanggung jawab pihak pengelola proyek masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk selalu memasang pengamanan yang memadai di sekitar lokasi proyek, terutama di kawasan padat penduduk, agar tragedi serupa tidak terulang di kemudian hari.

Tag
Memuat tag...