KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 33 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 33 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Nasional

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 33 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Rizqi Akbar Sadly · 13 Agustus 2026 · 17.41 WIB · 3 dibaca

MATARAM — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok saat melayani rute Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 Wita. Berdasarkan data manifes, kapal tersebut membawa 114 penumpang dan 17 awak ketika insiden terjadi. Proses evakuasi terhadap penumpang dan awak kapal masih berlangsung hingga saat ini. Sebanyak 33 penumpang telah berhasil dipindahkan menggunakan KMP Portlink II menuju Pelabuhan Padangbai dalam kondisi sehat.

Kebakaran terjadi ketika KMP Putri Yasmin sedang berada dalam pelayaran menuju Lombok. Belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai titik awal munculnya api maupun penyebab kebakaran tersebut. Petugas terkait masih melakukan proses evakuasi sekaligus penanganan terhadap kondisi kapal. Prioritas utama dalam penanganan insiden ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak dapat dievakuasi dari kapal yang terbakar dengan selamat.

Jumlah penumpang yang berada di atas kapal berdasarkan manifes mencapai 114 orang, sementara jumlah awak kapal sebanyak 17 orang. Dengan demikian, total terdapat 131 orang yang berada dalam kapal ketika insiden terjadi. Data tersebut menjadi dasar dalam proses pendataan dan pencocokan jumlah orang yang telah berhasil dievakuasi. Proses ini penting dilakukan untuk memastikan tidak ada penumpang maupun awak yang tertinggal atau belum diketahui keberadaannya.

Dalam proses evakuasi, KMP Portlink II turut dikerahkan untuk membantu memindahkan penumpang dari KMP Putri Yasmin. Hingga informasi terakhir, sebanyak 33 penumpang telah berhasil dipindahkan ke kapal tersebut. Mereka kemudian dibawa menuju Pelabuhan Padangbai, Bali, dalam kondisi sehat. Evakuasi melalui kapal lain menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjauhkan penumpang dari lokasi kapal yang mengalami kebakaran.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap penumpang dan awak lainnya masih berlangsung. Kondisi di lokasi menjadi perhatian karena proses penyelamatan dilakukan di tengah insiden kebakaran kapal yang berada di perairan Selat Lombok. Petugas perlu memastikan proses pemindahan berlangsung secara aman dan terkoordinasi. Pendataan secara bertahap juga diperlukan untuk mengetahui jumlah orang yang telah berhasil dievakuasi serta memastikan seluruh penumpang dan awak mendapatkan penanganan.

Insiden tersebut terjadi pada dini hari ketika kapal sedang menjalankan layanan penyeberangan antarpulau. Rute Padangbai-Lembar merupakan salah satu jalur penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan Pulau Lombok melalui Selat Lombok. Karena itu, kejadian tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran di sekitar lokasi, khususnya selama proses evakuasi dan penanganan kebakaran berlangsung. Namun, informasi mengenai dampak terhadap operasional penyeberangan lainnya belum disampaikan secara lebih lanjut.

Selain keselamatan penumpang, kondisi kapal dan penyebab kebakaran juga menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri setelah proses evakuasi selesai. Pemeriksaan nantinya diperlukan untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul dan sejauh mana bagian kapal terdampak. Informasi mengenai penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang. Karena itu, setiap perkembangan terkait insiden masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan di lapangan.

Keberadaan KMP Portlink II dalam proses evakuasi turut membantu mempercepat pemindahan penumpang dari kapal yang mengalami kebakaran. Penumpang yang telah dievakuasi menuju Padangbai selanjutnya dapat menjalani pendataan dan pemeriksaan kondisi setelah tiba di pelabuhan. Sementara penumpang lain yang masih berada dalam proses evakuasi akan dipindahkan secara bertahap sesuai kondisi di lokasi. Koordinasi antara kapal penolong dan petugas terkait menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan selama proses tersebut berlangsung.

Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai adanya korban jiwa maupun penumpang yang mengalami kondisi serius dalam insiden tersebut. Sebanyak 33 penumpang yang telah dipindahkan dilaporkan berada dalam kondisi sehat. Namun, karena proses evakuasi masih berjalan, jumlah tersebut belum menggambarkan keseluruhan penumpang dan awak yang telah berhasil diamankan. Pembaruan data masih diperlukan setelah seluruh proses penyelamatan dan pendataan selesai dilakukan.

Insiden kebakaran KMP Putri Yasmin menjadi perhatian karena kapal membawa lebih dari seratus penumpang dan awak saat melayani rute Padangbai-Lembar. Untuk sementara, fokus penanganan diarahkan pada keselamatan seluruh orang yang berada di kapal dan memastikan proses evakuasi berlangsung aman. Sebanyak 33 penumpang telah berhasil dipindahkan ke KMP Portlink II dan dibawa menuju Padangbai dalam kondisi sehat. Sementara itu, proses evakuasi terhadap penumpang dan awak lainnya masih berlangsung, sedangkan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Tag
Memuat tag...