Festival Lembah Baliem yang Meriah Mendadak Tegang, Suara Tembakan Guncang Lokasi hingga Acara Dihentikan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Festival Lembah Baliem yang Meriah Mendadak Tegang, Suara Tembakan Guncang Lokasi hingga Acara Dihentikan
Nasional

Festival Lembah Baliem yang Meriah Mendadak Tegang, Suara Tembakan Guncang Lokasi hingga Acara Dihentikan

Devi Sry Atmaja · 10 Agustus 2026 · 14.29 WIB · 5 dibaca

Jayawijaya, Papua Pegunungan — Suasana meriah Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 yang digelar di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, mendadak berubah tegang pada Sabtu (8/8/2026) siang. Suara tembakan yang datang dari sekitar lokasi acara memicu kepanikan di kalangan pengunjung, memaksa penyelenggara menghentikan seluruh rangkaian kegiatan demi keamanan.

Insiden terjadi sekitar pukul 12.45 WIT di area pintu masuk utama festival. Dua warga sipil yang sedang berada di dalam kendaraan untuk mengantarkan makanan ke lokasi acara terkena tembakan. Korban pertama, Laode Muhammad Kojo (43), mengalami luka tembak di lutut kanan. Korban kedua, Salbiah (50), terluka di paha kanan dan punggung tangan kanan. Keduanya segera dievakuasi ke RSUD Wamena dan dilaporkan dalam kondisi stabil serta sadar setelah mendapat penanganan medis.

Menurut keterangan aparat, tembakan diduga dilepaskan dari jarak sekitar 500 meter ke arah pintu masuk. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan bekas tembakan pada kendaraan korban (sebuah Mitsubishi Triton), serpihan proyektil, serta delapan butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm. Situasi yang terekam kamera dan sempat viral memicu kepanikan. Pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, berhamburan mencari perlindungan. Aparat gabungan TNI-Polri kemudian mengevakuasi warga secara bertahap ke Kantor Bupati Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan lokasi telah diamankan. “Kita sarankan ke bupati untuk dihentikan (acara Festival Budaya Lembah Baliem),” tegasnya. Penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi insiden lanjutan sekaligus memberi ruang bagi aparat melakukan penyisiran dan penyelidikan.

Aparat keamanan menduga aksi tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB/OPM) Kodap III/Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya. TNI melalui Kapendam XVII/Cenderawasih mengecam penembakan terhadap warga sipil dan menilai aksi itu sebagai bentuk keputusasaan kelompok bersenjata yang semakin terdesak. Sementara itu, pihak kepolisian dan Satgas Operasi Damai Cartenz terus mengejar pelaku serta menjaga situasi di sekitar lokasi agar tetap kondusif.

Festival Budaya Lembah Baliem merupakan salah satu perhelatan budaya tahunan tertua dan terbesar di Papua Pegunungan. Acara yang masuk Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini berlangsung 7–8 Agustus 2026 dan dibuka sehari sebelumnya oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa didampingi Menteri Koperasi. Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya, termasuk simulasi perang tradisional, tarian, serta kompetisi lokal, sekaligus menjadi magnet wisata yang diharapkan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Pasca-insiden, situasi di Kampung Walesi dilaporkan kembali kondusif. Aparat gabungan terus bersiaga dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terprovokasi. Mereka juga meminta warga melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Kedua korban saat ini dalam perawatan dan dipastikan dalam kondisi baik.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan dalam penyelenggaraan acara budaya besar di wilayah yang masih menghadapi tantangan keamanan. Pemerintah daerah dan aparat berkomitmen menjaga kelangsungan pelestarian budaya Lembah Baliem sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan wisatawan.

Tag
Memuat tag...