Nenek 84 Tahun Selamat Setelah Empat Hari Terjebak di Bawah Reruntuhan Gempa di Sikka

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Nenek 84 Tahun Selamat Setelah Empat Hari Terjebak di Bawah Reruntuhan Gempa di Sikka
Nasional

Nenek 84 Tahun Selamat Setelah Empat Hari Terjebak di Bawah Reruntuhan Gempa di Sikka

Fazlur Rahman · 20 Agustus 2026 · 15.31 WIB · 6 dibaca

Kisah dramatis datang dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang perempuan lanjut usia berusia 84 tahun, Nenek Pobi, berhasil diselamatkan setelah terjebak di bawah reruntuhan bangunan selama empat hari usai gempa mengguncang wilayah tersebut.

Nenek Pobi diketahui tinggal seorang diri di rumahnya yang berada di lokasi cukup jauh dari permukiman warga, tepatnya di Desa Nitunglea, Kabupaten Sikka

Selama empat hari berada di bawah reruntuhan, Nenek Pobi disebut hanya mengandalkan air untuk bertahan hidup.

Kondisinya pun melemah ketika akhirnya ditemukan dan berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.

Nenek Pobi ditemukan setelah warga dan tim penyelamat melakukan pencarian di sekitar rumahnya yang terdampak gempa.

Perempuan tersebut diketahui tidak tinggal bersama anggota keluarga lain. Kondisi itu membuat keberadaannya tidak langsung diketahui setelah bangunan tempat tinggalnya mengalami kerusakan.

Selama terjebak, Nenek Pobi berada dalam kondisi terbatas. Ia tidak memiliki akses terhadap makanan dan hanya dapat meminum air selama beberapa hari untuk mempertahankan diri.

Setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan, kondisi fisiknya dilaporkan lemah.

Tim kemudian segera membawa Nenek Pobi untuk mendapatkan perawatan medis.

Nenek Pobi kini menjalani perawatan di sebuah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang berjarak sekitar lima kilometer dari rumahnya

Perawatan dilakukan untuk memantau kondisi kesehatannya setelah berhari-hari berada di bawah reruntuhan tanpa asupan makanan yang memadai.

Tim medis perlu memastikan kondisi vitalnya tetap stabil, mengingat usia Nenek Pobi yang sudah mencapai 84 tahun dan kondisi tubuhnya yang melemah akibat terjebak selama empat hari.

Proses pemulihan juga menjadi bagian penting setelah korban berhasil dievakuasi. Korban yang bertahan dalam kondisi terjebak selama berhari-hari dapat mengalami kelelahan dan dehidrasi sehingga membutuhkan pemantauan medis.

Kisah Nenek Pobi juga menunjukkan tantangan dalam proses pencarian korban bencana di wilayah yang jauh dari permukiman.

Ia tinggal seorang diri di kawasan Desa Nitunglea yang lokasinya cukup jauh dari rumah-rumah warga lainnya. Dalam situasi bencana, kondisi geografis seperti ini dapat membuat informasi mengenai korban lebih lambat diterima oleh masyarakat maupun petugas.

Karena itu, pendataan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia yang tinggal sendirian, menjadi salah satu hal penting dalam penanganan bencana.

Keberadaan kelompok rentan perlu diketahui sejak awal agar proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin ketika terjadi gempa atau bencana lainnya.

Setelah berhasil ditemukan, prioritas utama adalah memastikan Nenek Pobi mendapatkan penanganan medis dan kebutuhan dasar.

Empat hari tanpa makanan menjadi tantangan serius bagi tubuh, terlebih bagi seseorang yang sudah berusia lanjut.

Evakuasi Nenek Pobi menjadi kabar menggembirakan di tengah situasi pascagempa. Keselamatannya juga menjadi pengingat bahwa peluang menemukan korban dalam kondisi hidup tetap ada meskipun pencarian telah berlangsung selama beberapa hari.

Setelah empat hari bertahan hanya dengan air di bawah reruntuhan, Nenek Pobi akhirnya berhasil diselamatkan. Kini, perempuan berusia 84 tahun itu menjalani perawatan di puskesmas sekitar lima kilometer dari rumahnya sambil menjalani proses pemulihan.

Tag
Memuat tag...