Prabowo Direncanakan Kunjungi NTT Pascagempa 7,7, Pemerintah Masih Pantau Kondisi Lapangan

Lensa Nuansa

Portal Berita Indonesia

lensanuansa.com
Prabowo Direncanakan Kunjungi NTT Pascagempa 7,7, Pemerintah Masih Pantau Kondisi Lapangan
Nasional

Prabowo Direncanakan Kunjungi NTT Pascagempa 7,7, Pemerintah Masih Pantau Kondisi Lapangan

Devi Sry Atmaja · 20 Agustus 2026 · 18.13 WIB · 3 dibaca

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat langsung kondisi masyarakat setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,7. Rencana kunjungan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Prasetyo mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan berbagai kondisi di lapangan sebelum menentukan waktu kunjungan Presiden.

“Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana di NTT. Laporan mengenai situasi terkini diterima pemerintah secara berkala dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. Menurut dia, para menteri turut memberikan laporan kepada pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan. “Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan,” ujar Prasetyo.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani, mulai dari proses evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan dasar.

Selain penanganan dari pemerintah pusat, sejumlah pemerintah daerah juga turut memberikan bantuan kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Prasetyo mengapresiasi dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah lain yang ikut mengirimkan bantuan.

“Kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah,” katanya. Dukungan antardaerah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Prasetyo mengatakan kunjungan Presiden ke wilayah terdampak bencana tidak dapat dilakukan seperti kunjungan kerja biasa. Kehadiran Presiden membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang lebih kompleks. Faktor keamanan, akses menuju lokasi, kondisi infrastruktur, serta situasi penanganan bencana menjadi sejumlah aspek yang harus diperhitungkan. Oleh Karena itu, pemerintah masih menunggu kondisi di lapangan sebelum menentukan waktu keberangkatan Prabowo ke NTT. Pertimbangan tersebut dilakukan agar kunjungan Presiden tidak mengganggu proses evakuasi maupun operasi penanganan bencana yang sedang berlangsung.

Di tengah rencana kunjungan Presiden, pemerintah menegaskan penanganan masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas. Pada fase awal bencana, aparat gabungan dan petugas terkait masih berfokus pada pencarian dan penyelamatan korban, penanganan warga yang terluka, penyediaan kebutuhan dasar, serta pemulihan fasilitas dan akses yang terdampak. Pemerintah pusat juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Rencana kunjungan Prabowo ke NTT nantinya diharapkan dapat menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengevaluasi proses penanganan dan pemulihan pascagempa. Namun, hingga Selasa (18/8/2026), belum ada kepastian mengenai tanggal keberangkatan Presiden. Pemerintah masih memantau perkembangan situasi dan kesiapan di lapangan sebelum menetapkan jadwal kunjungan.

Tag
Memuat tag...